Keberhasilan Mulyono Menangkan Kontestasi Pilkades

0
Foto: Ketua PAC Gunungwungkal, Kab. Pati

Kabupaten Pati – Dalam upaya mengabdikan diri untuk desa kelahirannya, Mulyono selaku Ketua PAC Gunungwungkal berusaha mengabstraksikan cita-cita itu melalui kontestasi Pilkades yang dilakukan di desanya.

Meski memiliki tekad yang kuat dan didukung basis kekuatan yang cukup, awalnya Mulyono tidak begitu yakin dapat memenangkan pertarungan politik itu. Namun siapa sangka, justru dengan keyakinan serta pengalaman lampau yang dimilikinya, akhirnya Mulyono dapat terpilih sebagai Kepala Desa Gunungwungkal pada Pilkades yang berlangsung hari Sabtu (10/4/2021).

Melihat potensi dan pembangunan di Desa Gunungwungkal yang masih cukup memprihatinkan, hal tersebut menggugah kesadaran perlunya mengubah strategi perjuangan yang diwujudkan Mulyono dengan menahkodai Desa Gunungwungkal menjadi lebih baik ke depan.

Menurut Mulyono, banyak ide dan gagasan yang sudah dicanangkan olehnya sebelum terpilih menjadi kepala desa. Pertama, mengenai pertanian dalam lahan 5-10 hektar akan dibuat sumur bor yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan air Desa Gunungwungkal.

“Nantinya kita akan melakukan pengefektifan lahan pertanian dalam meningkatkan pendapatan petani dengan sistem penanaman tumpang sari. Hal tersebut bertujuan agar hasil pertanian Gunungwungkal tidak melulu ketela, tetapi juga sayuran hingga buah-buahan,” jelas Mulyono pada Koresponden Derap Juang, Sabtu (17/4/2021).

Kedua, ia menjelaskan mengenai akses jalan merupakan instrumen yang perlu diperbaiki karena mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah sebagai petani. Maka hal ini sangat mempengaruhi perekonomian dan kemajuan masyarakat Gunungwungkal.

Ketiga, menurutnya memang perlu adanya pengembangan pasar desa karena sekian tahun penanganannya kurang diperhatikan. Seperti pasar tradisional desa yang kumuh dan sudah tidak layak. Pasar tradisional desa Gunungwungkal merupakan akses perekonomian di 15 desa se-Kec. Gunungwungkal dalam hal pertanian, peternakan, dan perikanan.

Keempat, banyak potensi UMKM di desa yang perlu dikembangkan; seperti kopi dan ceriping. Sekarang sudah ada BumDes, sehingga akan diberdayakan untuk pengembangan UMKM. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa, khususnya untuk penyediaan lapangan perkerjaan dan menekan kesenjangan perekonomian.

Baca Juga :   Kado untuk Bu Mega, PDI Perjuangan Kendal Tanam Pohon

Selain itu, di era digital saat ini kehendak warga yang muda untuk tampil menjadi pemimpin desa sangat berperan penting. Terlebih saat ini semua serba online dan kecanggihan teknologi semakin berkembang, sehingga penting peran pemuda desa dalam pelayanan masyarakat.

“Semoga program yang saya canangkan kedepannya dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bisa membangun desa kelahiran saya ini menjadi lebih baik lagi. Tidak hanya baik secara fisik maupun mental, sehingga desa yang terdiri atas 6 perdukuhan ini tidak cukup hanya mengandalkan Dana Desa saja,” tambahnya.

Maka dari itu, Mulyono berharap dengan adanya aspirasi dari pemerintah pusat yang ada di Legislatif sangat bermanfaat untuk meningkatkan pembangunan desa. Serta hal yang perlu diperhatikan adalah masyarakat kalangan bawah. Oleh karenanya, semua harus juga ikut andil dalam membantu kemajuan desa.

Koresponden : Miftakhul Qomariyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here