Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Temanggung
Berita TerkiniFeaturedJAWA TENGAHKAB TEMANGGUNGTunas Muda

Kader Banteng Temanggung Gelar Malam Renungan Peristiwa Kudatuli

By Enggar Adi Wibowo
26 July 2024 2 Min Read
Comments Off on Kader Banteng Temanggung Gelar Malam Renungan Peristiwa Kudatuli

Kabupaten Temanggung – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Temanggung menggelar agenda Malam Renungan Peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) 1996 di Pendopo Caruban, Kandangan, Jumat (26/07/2024). Acara tersebut ditujukan untuk merefleksikan kembali sejarah perjuangan politik dari Partai berlambang banteng moncong putih dalam menegakkan demokrasi.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPC Partai Temanggung Yunianto, Sekretaris DPC Intan Kurniasari, Fungsionaris DPC Partai Temanggung, jajaran KomandanTe Bintang Dua, dan Kader Korps Komunitas Juang Temanggung. Hadir juga secara langsung saksi sejarah Peristiwa Kudatuli asal Temanggung, Susilo Wardoyo.

Foto: Peserta Acara Malam Renungan Peristiwa Kudatuli DPC PDI Perjuangan Kabupaten Temanggung (26/07/2024)

Dalam sambutannya, Yunianto menjelasakan bawa Peristiwa Kudatuli merupakan tonggak sejarah yang harus dimaknai oleh seluruh kader Partai. Di era aktual yang semakin terbuka, maka kader Partai harus selalu berani untuk menyuarakan keberanian, tentunya dengan jalan yang konstitusional serta mengandalkan aspek rasionalitas.

“Peristiwa Kudatuli adalah bukti bahwa pada saat itu terjadi perlakuan yang tidak mengenakkan, perlakuan pembungkaman terhadap perjuangan politik konstitusional terhadap PDI Perjuangan di bawah Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Pembungkaman oleh oknum di lingkup pemerintahan itu juga menyebabkan duka mendalam bagi kita, di mana para kader PDI Perjuangan ada yang hilang, bahkan ada juga yang kehilangan nyawa,” ujarnya.

Peristiwa memilukan ini memang sudah berlangsung di masa lampau, tapi Yunianto tetap meminta agar seluruh kader tidak lupa terhadap sejarah yang dilalui Partai itu. Di era aktual yang sudah semakin terbuka, pihaknya berharap seluruh kader Partai semakin berani untuk menyuarakan kepentingan rakyat.

“Hari ini kita masih diberikan kekuatan untuk meneruskan perjuangan politik dari Bung Karno. Kita tentu berduka atas kejadian itu. Tapi, di hari ini, mari kita maknai peristiwa itu untuk berjuang lebih keras, mengabdi lebih all out untuk wong cilik,” pintanya.

Khusus untuk Kader Komunitas Juang Temanggung, Yunianto berpesan supaya mereka terus menjaga api semangat perjuangan. Komunitas Juang baginya adalah kader muda yang diberi pemahaman ideologi oleh Partai serta akan menjadi generasi penerus di masa hadapan.

“Komunitas Juang adalah wadah yang dibentuk oleh Komandan Bambang Pacul dan hari ini diakui oleh banyak pihak, termasuk oleh Ibu Ketum. Korps akan menjadi generasi penerus politik di masa depan. Adek-adek Komunitas Juang harus bisa meneruskan perjuangan politik. Hari ini kita harus selalu membakar semangat untuk berjuang bagi masyarakat, menjadi generasi penerus yang sungguh-sungguh dan tegak lurus terhadap Partai,” tuturnya.

Sementara itu, Susilo Wardoyo dalam ceritanya mengatakan bahwa Kudatuli memang menjadi sebuah peristiwa yang mengerikan. Tidak hanya melalui pembungkaman politik, tapi saat itu militer dan alat negara juga dikerahkan untuk menekan PDI Perjuangan.

“Jika saat itu saja kita berani untuk memperjuangkan keadilan, memperjuangkan demokrasi, maka hari ini kita tentunya harus berani untuk bersuara bagi kepentingan rakyat. Tentu kita tidak berharap hal-hal seperti itu terjadi lagi, kita tidak menginginkan militerisme terjadi kembali. Mari bersuara dengan jalan yang tepat, dengan mengutamakan nilai kemanusiaan,” tutupnya.

Koresponden : Enggar – Ica

Tags:

Fungsi EdukasiKab. TemanggungKomunitas JuangKudatuliMenuju Partai sehatPDI PerjuanganPeristiwa PolitikYunianto
Author

Enggar Adi Wibowo

Follow Me
Other Articles
Previous

Budhi dampingi Sekda Banyumas Buka TMMD Sengkuyung III 2024

Next

Bupati Demak: Produk Hukum Proporsional Mampu Ciptakan Kondusifitas dan Transparansi

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.