Kota Semarang – Semangat perjuangan dan emansipasi kaum perempuan terus dinyalakan oleh barisan PDI Perjuangan Lewat forum dialog kebangsaan bertajuk ‘Perempuan Masa Depan Indonesia’ yang diinisiasi oleh DPC PDI Perjuangan Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Samuel JD Wattimena hadir memberikan sorotan positif terhadap kiprah kaum perempuan, khususnya di ibu kota Jawa Tengah.
Politisi Banteng Senayan ini menekankan bahwa PDI Perjuangan secara konsisten hadir sebagai kekuatan politik yang memberi garansi dan ruang berekspresi seluas-luasnya bagi perempuan di panggung nasional.
“Namun, ruang yang terbuka lebar itu belum cukup. Srikandi Banteng dan seluruh perempuan Indonesia wajib memiliki spirit juang dan harga diri yang tinggi. Inilah modal utama agar sukses menjalankan peran ideologisnya, baik secara individu, tokoh di ranah publik, maupun sebagai pendidik utama anak-anak bangsa di keluarga,” urai Samuel, Kamis (30/4/2026).
Bumikan Instruksi Megawati: Kedaulatan Pangan Dimulai dari Rumah
Dalam kesempatan dialog tersebut, Samuel juga menyinggung tantangan krusial bangsa hari ini, yakni urusan pangan. Ia menegaskan agar rakyat, khususnya kader Partai, tidak terjebak pada narasi keluh kesah menghadapi dinamika harga komoditas.
Sebaliknya, ia mengajak seluruh elemen untuk bergotong royong mengambil langkah konkret.
Ia pun kembali menggaungkan instruksi strategis Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengenai gerakan kemandirian pangan.
“Kita harus memikirkan solusi bersama. Ibu Ketum telah menginstruksikan kita semua untuk memaksimalkan 10 bahan makanan pendamping beras. Ini adalah tanaman-tanaman yang sangat bisa kita budidayakan sendiri di pekarangan rumah. Kedaulatan pangan nasional harus kita rintis dari ketahanan dapur keluarga masing-masing,” tegas Samuel.
Agustina Wilujeng: Hancurkan Keraguan, Tegak Lurus pada Isu Kerakyatan
Api semangat yang sama turut dipantik oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Sebagai figur pemimpin perempuan yang lahir dari rahim kaderisasi PDI Perjuangan, Agustina mengingatkan bahwa musuh terbesar yang sering menghambat laju perempuan adalah keraguan dari dalam diri sendiri.
“PDI Perjuangan sudah membuktikan secara nyata bahwa ruang kepemimpinan itu ada dan terbuka lebar bagi perempuan. Tapi, syarat utamanya, persoalan di dalam diri kita harus selesai dulu. Kalau masih ragu-ragu, kita tidak akan pernah bisa melangkah maju,” tegas Agustina memotivasi.
Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Daerah, Agustina memastikan bahwa roda pemerintahannya berjalan selaras dengan napas perjuangan Partai.
Ia menempatkan isu-isu dasar kerakyatan seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan anak, hingga ketahanan pangan sebagai prioritas utama guna mendongkrak kualitas SDM dan ekonomi kerakyatan di Kota Semarang.
Sebagai wujud keseriusan dalam menggodok pemikiran strategis, forum dialog ini menghadirkan formasi narasumber yang luar biasa.
Selain Wali Kota Agustina Wilujeng, hadir pula Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga; tokoh inspiratif dan desainer kebanggaan bangsa, Anne Avantie; serta representasi penggerak ekonomi kerakyatan dari sektor UMKM, Syanaz Nadya.
Tim Editor
















https://shorturl.fm/jVEzy