Kadarwati Hadiri Kegiatan Penguatan 4 Pilar Kebangsaan

0

Kabupaten Klaten – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, bekerjasama dengan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta Kesbangpol Kab. Klaten, menggelar kegiatan penguatan 4 pilar kebangsaan. Kegiatan yang mengusung tema “Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya Dalam Upaya Memperkuat Integrasi Daerah”, dilaksanakan di Gedung Wanita Kab. Klaten, Sabtu, (17/4/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, dihadiri oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Klaten, tokoh masyarakat, tokoh agama, Kesbangpol Jawa Tengah, serta Kesbangpol Kab.Klaten. Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Kadarwati, S.H., M.H, serta beberapa Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah lainnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Kadarwati menjadi narasumber di acara penguatan 4 Pilar Kebangsaan

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Tengah, Hj. Kadarwati mengatakan, kegiatan penguatan 4 pilar kebangsaan tersebut, diselenggarakan oleh Kesbangpol Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut, terdapat beberapa materi yang disampaikan narasumber kepada peserta, yaitu tentang aktualisasi 4 pilar kebangsaan dalam menghadapi tantangan dan ancaman globalisasi, dengan berpedoman Trisakti Bung Karno menuju cita-cita luhur Bangsa Indonesia oleh para pendiri  Negara  Kesatuan Republik Indonesia,  yaitu Indonesia Raya, isi Tri Sakti Bung Karno, yang terdiri dari, Berdaulat  dibidang  politik, Berdikari di Ekonomi, dan Berkepribadian  dalam kebudayaan.

“Kegiatan sosialisasi ini, bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya dalam upaya memperkuat integrasi daerah. Hal ini juga merupakan wujud nyata kepedulian, serta kedekatan wakil rakyat kepada masyarakat,” tuturnya.

Hj. Kadarwati menambahkan, Bangsa Indonesia  tersebar dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari berbagai macam agama, suku bangsa, budaya dan ras. Maka dari itu, masyarakat Indonesia disebut sebagai masyarakat majemuk atau multiculture. Dengan kemajemukan masyarakat ini, dapat menimbulkan konflik sosial. Namun, apabila berjalan dengan selaras dan harmonis, maka akan tercipta integritas sosial.

Baca Juga :   Sri Sumarni, Keuntungan Perseroda Manfaatnya Harus Dirasakan Masyarakat

“Sebagai warga negara Indonesia, marilah kita bersatu dalam menyongsong era baru dengan satu suara, yaitu dengan mendukung kebijakan Pemerintah dalam mengatasi Pandemi Covid-19. Memanfaatkan media dengan bijak untuk mencerdaskan, serta menjangkau informasi strategis ke seluruh kalangan masyarakat. Menyampaikan pesan positif  dengan mengesampingkan kepentingan individu dan politik, dengan bergandengan tangan, menguatkan bangsa ini. Selain itu, mari kita sukseskan program Jogo Tonggo, dengan sikap optimis menghadapi Covid -19 secara bersama . Marilah kita bangun kembali ekonomi di negeri yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Koresponden : Wawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here