Dorong Revitalisasi, Samuel Wattimena Usung Penguatan Ekonomi Kreatif Pecinan Semarang

Kota Semarang – Anggota Komisi VII DPR RI Samuel J.D. Wattimena mendorong pengembangan pariwisata budaya berbasis masyarakat di kawasan Pecinan Semarang. Langkah tersebut dinilai strategis untuk menghidupkan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang telah lama melekat di kawasan heritage tersebut, Sabtu (25/05/2026).
Orang yang sekaligus desainer nasional itu, menilai masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan wisata budaya agar identitas kawasan tetap terjaga.Hal itu disampaikan Samuel saat berdiskusi bersama Pokdarwis Krabat Pecinan.
Ia menegaskan bahwa kawasan heritage bukan hanya tentang menjaga bangunan tua, tetapi juga mempertahankan kehidupan budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat di dalamnya. Menurutnya, pengembangan wisata harus mampu memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.
“Kawasan heritage bukan hanya tentang menjaga bangunan lama, tetapi juga menjaga kehidupan budaya dan aktivitas ekonomi di dalamnya,”ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Samuel berkomitmen membawa aspirasi masyarakat Pecinan ke tingkat pusat guna menyinkronkan program Kementerian Pariwisata dan Kementerian UMKM. Ia juga menjanjikan fasilitasi pelatihan kemasan produk bagi pelaku kuliner lokal, akses permodalan untuk UMKM, serta pembuatan platform katalog digital untuk memetakan potensi wisata dan usaha masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi hingga pasar nasional dan global.
Dalam kunjungan itu, Samuel menyoroti pentingnya integrasi antara modernisasi kreatif dan pelestarian identitas budaya lokal. Ia menekankan perlunya digitalisasi promosi wisata, penguatan branding UMKM seperti kuliner tradisional dan kerajinan, serta keterlibatan generasi muda dalam inovasi produk. Menurutnya, adaptasi terhadap perkembangan pasar modern harus tetap berjalan tanpa menghilangkan karakter khas kawasan Pecinan.
Ketua Pokdarwis Krabat Pecinan, Hengky Hidayat Pranadya, menyambut baik dukungan yang diberikan Samuel. Selama ini, komunitas tersebut telah aktif mengembangkan wisata berbasis masyarakat melalui tur lorong heritage, wisata sejarah, dan agenda budaya rutin di kawasan Pecinan. Hengky berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dapat memperkuat infrastruktur serta memperluas promosi demi meningkatkan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Tim Editor