TIGA PILAR SATU TUJUAN

0
228
Gotong royong betonisasi jalan, perbaikan jalan rusak sepanjang 1.038 Km merupakan salah satu dari program Pancaprogram. (Foto: Johan Ies Wahyudi)

Kalau melihat progres yang sekarang, saya optimistis Wonogiri bisa lebih maju,” itulah komentar Wagub Jateng Heru Sudjatmoko ketika kunjungan kerja ke Wonogiri pada April 2017 lalu. Heru yakin Bupati Joko Sutopo mampu membuat Wonogiri lebih maju lagi melihat perkembangan pembangunan yang pesat.

Sejak dilantik sebagai Bupati pada 17 Pebruari 2016, Joko Sutopo menggenjot pembangunan kabupaten di ujung selatan Jateng ini dengan lima program prioritas “Panca- Program”, yakni perbaikan jalan rusak sepanjang 1.038 km, pendidikan dasar gratis yang merata, revitalisasi pasar, peningkatan pelayanan kesehatan, dan peningkatan pertanian.

Tahun ini Rp400 miliar digelontorkan untuk perbaikan jalan di kabupaten berpenduduk 1,08 juta jiwa ini. Prapto, warga yang ditemui Derap Juang di alun-alun Kota Wonogiri menyatakan: “Alus dalane ini sekarang bisa dirasakan oleh warga Wonogiri. Jalan-jalan antar kecamatan di Wonogiri sudah bagus.”

Untuk mengangkat perekonomian rakyat, Pemda mengucurkan Rp50 miliar per kecamatan untuk membangun pasar tradisional. Di bidang pendidikan ada beasiswa Rp12 juta per orang bagi mahasiswa tidak mampu dan pendidikan dasar gratis tahun depan. Untuk urusan pelayanan kesehatan, Jekek berjanji: “Sebelum ayam berkokok Tahun 2018 nanti biaya rumah sakit gratis.”

Joko yang akrab dipanggil Mas Jekek juga menargetkan dapat menekan angka kemiskinan hingga 11,23 persen pada 2018. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mengukur standar internasional untuk kelayakan hidup manusia ditarget dapat ditekan di angka 70,11 persen dari angka maksimal 100 persen. “Saya juga mentargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,44 persen,” ungkapnya.

Jekek optimistis mencapai target-target itu. Selain dukungan semua komponen masyarakat, sebagai petugas partai yang duduk di eksekutif sebagai bupati (Pilar Eksekutif), ia didukung penuh dua pilar partai lainnya, yakni pengurus DPC PDI Perjuangan Wonogiri (Pilar Struktural partai) dan kadernya yang duduk di DPRD Kab. Wonogiri (Pilar Legislatif).

Baca Juga :   MEMBANGUN SINERGI ALA SRI

Pilar struktural partai ada di tangan Jekek yang kebetulan menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri. Sedangkan hubungan dengan Pilar Legislatif juga lancar karena Sekretaris DPC PDI Perjuangan Wonogiri Setyo Sukarno menjabat ketua DPRD Kabupaten Wonogiri. Apalagi ada 13 anggota fraksi PDI Perjuangan sebagai mayoritas di DPRD Wonogiri. “Saya yakin sinergi Tiga Pilar Partai ini akan membuat kami berhasil membangun Wonogiri,” ujar Joko Sutopo kepada tim Derap Juang.

Alun-alun kota Wonogiri, pembangunan fasilitas kota dan jalan-jalan yang halus kini dirasakan oleh warga Wonogiri. (Foto: Johan Ies Wahyudi)

Partai Libatkan Struktur Terbawah Partai

Panca-Program yang dicanangkan Jekek lahir dari keberpihakannya sebagai petugas partai yang peduli nasib wong cilik. Kepedulian akan nasib wong cilik itu menjadi landasan ideologis ketika ia menyusun program-program yang pro-rakyat miskin. Program-program itu lalu direalisasikan dalam penyusunan APBD. “Tugas kami mengawal anggaran program-program Mas Jekek agar terealisasi,” ungkap Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno.

Setyo Sukarno, Ketua DPRD Wonogiri

Dalam menyusun program kerjanya, Jekek aktif melibatkan struktur partai hingga ke tingkat anak ranting. Pada acara-acara formal partai , baik itu dengan PAC , Ranting , dan Anak Ranting selalu ada dialog, khususnya terkait dengan program-program kebijakan anggaran daerah. Inilah gaya atau model Musyawarah Rencana Kerja Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Wonogiri terkait dengan program kerja elektoral dan kerja ideologis, yang diwujudkan dalam politik anggaran APBD Kabupaten Wonogiri.

Sebagai Ketua Cabang Partai, Jekek sadar betul pentingnya menjaga soliditas Tiga Pilar Partai. Karena itu ia rajin melakukan roadshow ke-25 anak cabang PDI Perjuangan Wonogiri. Unsur Tiga Pilar Partai yakni Pengurus DPC, Anggota DPRD dan ia sendiri sebagai unsur eksekutif bertemu langsung dengan struktural yang ada di bawah. Bahkan untuk menghormati dan menghargai perjuangan struktural partai ,dalam konsolidasi itu diundang juga suami dan atau istri serta keluarga dari pengurus hingga anak ranting. “Dengan begitu diharapkan, seluruh struktural partai di berbagai tingkatan bawah beserta keluarganya bisa mencermati dan menilai hasil kinerja yang sudah di programkan dalam kebijakan APBD,” ungkap Jekek. Dari sini diharapkan mereka bisa mensosialisasikan atau mengampanyekan hasil kerja PDI Perjuangan Kabupaten Wonogiri kepada masyarakat umum. Untuk membangun kebanggaan kader partai, Bupati Joko Sutopo juga menghadirkan para pengurus anak cabang dan ranting dalam acara-acara formal pemerintahan di kecamatan dan kelurahan. ‘Mereka kita undang sebagai tokoh masyarakat,” ujarnya. Hasilnya, aparat pemerintah dan birokrat mengenal dan menghormati keberadaan pengurus PDI Perjuangan sehingga bisa berkomunikasi untuk langkah-langkah partai selanjutnya.

Baca Juga :   MINORITAS TAPI MEMIMPIN

Langkah-langkah kerja Tiga Pilar yang harmonis membuat PDI Perjuangan hadir ditengah-tengah kehidupan rakyat Wonogiri. “Itu akan membangun sentimen positif dan mengurangi sentimen negatif rakyat kepada PDI Perjuangan,” ungkap Sekretaris DPC PDI Wonogiri Setyo Sukarno. Sekali mendayung, Joko Sutopo sebagai Bupati sekaligus Ketua Cabang Partai memandu tiga pilar PDI Perjuangan Wonogiri melakukan kerja elektoral dan kerja ideologis. Hasilnya, suara-suara masyarakat Wonogiri yang menginginkan Bupati Sutopo menjabat dua periode mulai nyaring terdengar.

LAPORAN: WISNU PRATAMA, FERRY EKO ADI PRASETYO