Yunianto Dorong Tercipta Kematangan Demokrasi Melalui Pemilu

0
Foto: Ketua DPRD Temanggung, Yunianto Memberikan Sambutan

Kabupaten Temanggung – Ketua DPRD Temanggung, Yunianto bersama jajaran Forkopimda menghadiri acara pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Alun-Alun Temanggung. Adapun untuk menghadapi kontestasi politik di tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Temanggung telah menyeleksi sebanyak 867 PPS di mana mereka nantinya akan bertugas di 289 desa/kelurahan se-Kabupaten Temanggung.

Seusai acara, Yunianto memberikan keterangan bahwasanya pelantikan PPS ini merupakan komitmen dari Pemkab dan DPRD Temanggung untuk mewujudkan pesta rakyat 2024 yang sesuai dengan harapan masyarakat. Ia meyakini bahwa PPS ini telah melewati tahapan seleksi yang dilakukan oleh KPU sehingga kredibilitasnya dalam bekerja dapat dipertanggung-jawabkan.

Foto: Yunianto Menghadiri Acara Pelantikan PPS Bersama Forkopimda

“Pemkab dan DPRD Temanggung telah menyepakati fungsi budgeting menjelang Pemilu 2024. Kita bersinergi bersama supaya nanti saat kontestasi politik berlangsung maka iklim demokrasi bisa berkualitas. Di sisi lain, PPS juga telah menjalani mekanisme seleksi yang dipersiapkan oleh KPU. Ketika PPK dan Panwascam sudah terbentuk serta PPS hari ini telah dilantik, maka saya yakin Pemilu 2024 bisa berjalan dengan tertib, kinerja mereka juga pasti bisa sesuai dengan prosedur yang ada,” ungkapnya.

Sosok Ketua DPC PDI Perjuangan Temanggung ini tak lupa menegaskan bahwa terdapat tantangan yang harus dihadapi oleh PPS menjelang tahun politik, di antaranya adalah implementasi sikap yang berintegritas. Sebagai pelaksana pemilu di bawah naungan KPU, ia meminta PPS ini tidak terlibat dalam politik pragmatis dan transaksional, karena hal tersebut dinilai olehnya dapat merusak kehidupan hasil pemilu yang demokratis.

“Memang ketika berada dalam circle politik, maka relasinya pasti ada kepentingan. Akan tetapi, PPS ini harus merepresentasikan kepentingan yang dibawa adalah untuk rakyat, bukan profit parsial maupun personal. Untuk itu, PPS harus memiliki sikap yang tegas untuk menjalankan regulasi yang ada, mesti berintegritas dalam menjalankan tupoksinya. Ketika tidak konsekuen dengan prosedur, maka pemilu kita yang akan rusak, marwah demokrasi kita yang akan terancam,” jelasnya.

Baca Juga :   Momentum Hari Raya Idul Adha, Nuryanto: Tingkatkan Kepedulian Terhadap Sesama di Tengah Pandemi Covid-19

Terakhir, Yunianto juga meminta supaya seluruh pihak, khususnya menjelang Pemilu 2024 ini senentiasa menciptakan iklim politik yang berbudaya. Ia tidak mempermasalahkan masyarakat sipil untuk mengekspresikan pilihan politiknya. Akan tetapi, ketika berbeda pilihan politik kemudian mencerca orang lain bahkan melakukan persekusi maupun tindakan yang diskriminatif, ia mengingatkan hukum akan tetap ditegakkan.

“Sebagaimana amanah konstitusi kita, tepatnya Pasal 1 Ayat 3 UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum, maka seluruh kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat juga mesti berpedoman pada hukum. Untuk tahun politik, silahkan berekspresi, karena itu juga hak kita sebagai warga negara. Akan tetapi, jangan sampai fanatisme itu kemudian menciptakan perpecahan dan konflik. Mari kita berpolitik yang berbudaya, mendewasakan demokrasi di Indonesia,” pungkasnya.

Koresponden : Enggar – Zidan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here