Harga Gabah Anjlok, Sri Ruwiyati Temui Petani di Desa Purwodadi

0

Kabupaten Banjarnegara – Anggota Komisi E DPR Provinsi Jawa Tengah, Hj. Sri Ruwiyati, S.E., M.M.,  turun ke sawah untuk menemui sejumlah petani yang sedang melakukan panen raya. Hal ini dilakukan untuk memeriksa langsung, setelah mendapat informasi terkait anjloknya harga gabah kering giling, saat kunjungan dapil (Kudapil) ke Kab. Kebumen. Dalam hal ini, Hj. Sri Ruwiyati menemui petani yang berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Kewarasan, Sabtu (9/7/2021).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Sri Ruwiyati menemui petani di Desa Purwodadi

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Sri Ruwiyati mengatakan,”setelah kami bertemu petani dan kelompok Tani Rukun Makmur Desa Purwodadi, mereka memang mengeluhkan anjloknya harga gabah. Mengetahui hal itu, kami merasa prihatin dan meminta kepada stake holder di Kab. Kebumen, untuk ikut memikirkan nasib petani yang terus alami kerugian. Kami minta kepada Pemerintah Kab. Kebumen untuk andil dalam menyelesaikan masalah anjloknya harga gabah musim panen tahun ini,” tutur Hj. Sri Ruwiyati, yang juga Kader PDI Perjuangan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Rukun Makmur, Tasio menyampaikan, harga gabah kering giling saat ini Rp. 350.000/kwintal. Padahal harga normalnya berkisar Rp 430.000-450.000/kwintal. Dirinya mengaku mengalami kerugian cukup besar, dengan harga gabah 350.000/kwintal tersebut. Sebab, saat ini, biaya produksinya tinggi. Terlebih, harga pupuk yang kian melambung. Tasio juga meminta kepada Hj. Sri Ruwiyati, untuk membantu petani di Kebumen, agar harganya normal kembali. 

Selain itu, salah satu anggota Kelompok Tani Rukun Makmur, Ribut juga meminta kepada Pemerintah Kab. Kebumen untuk dapat mendongkrak harga gabah kering, sehingga petani bisa menikmati hasil panenannya. Terlebih, saat situasi sulit seperti sekarang ini akibat Covid-19.

Baca Juga :   Tingkatkan Kapasitas Spiritual, CKJ Adakan Dzibaiyah dan Tausyiah Maulid Nabi

Koresponden : Chrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here