NGEBAS Siap Perjuangkan Aspirasi Awak Angkutan di Kabupaten Semarang

4

Kabupaten Semarang – Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia, berdampak pada sektor perekonomian. Tidak terkecuali bagi awak angkutan yang beroperasi di Kab. Semarang. Hal tersebut disampaikan oleh H. Ngesti Nugraha, saat menerima dukungan dari Relawan Masyarakat Transportasi Kab. Semarang (MANTABS), yang dilaksanakan di RM Cikal Gading, Kecamatan Tuntang, Selasa, (27/10/2020).

Calon Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., mengaku ikut merasakan penderitaaan para awak angkutan, karena sebelum berkecimpung di dunia politik dan pemerintahan, Ngesti Nugraha juga pernah menekuni pekerjaan sebagai seorang kondektur.

“Saya pernah menjadi kondektur bus jurusan Semarang-Kopeng. Perasaan pahit, susah dan senangnya hidup di jalanan pernah saya rasakan,” tutur H. Ngesti Nugraha, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Semarang.

Calon Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., bersama Relawan Masyarakat Transportasi Kab. Semarang (MANTABS)

Ngesti menambahkan, pandemi menyebabkan turunnya pendapatan awak transportasi. Apabila setoran kepada pemilik kendaraan turun, maka pendapatan sopir dan kernet juga akan ikut mengalami penurunan. Hal tersebut dapat mengguncang perekonomian.

Kami Paslon NGEBAS akan memperjuangkan aspirasi awak angkutan. Untuk transportasi anak sekolah yang berada di perbatasan dan pinggiran, Pemerintah tidak perlu beli bus. Akan tetapi, Pemerintah akan melakukan kerjasama dengan awak transportasi yang saat ini sudah ada, sehingga akan kami beri subsidi,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan Deklarasi Relawan Masyarakat Transportasi Kab. Semarang (MANTABS), yang menyatakan dukungan terhadap Paslon NGEBAS

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Transportasi Kab. Semarang (MANTABS), Mustofa menyakini bahwa NGEBAS tidak akan meninggalkan awak transportasi. Sebab, Ngesti sendiri dahulunya juga pernah memiliki profesi di bidang angkutan. Tidak ada perubahan di dalam diri Ngesti Nugraha, biarpun saat ini dirinya sudah jauh lebih layak hidupnya, namun apabila berkomunikasi dengan awak angkutan, dirinya masih berbicara selayaknya dengan kawan seprofesinya.

“Saat menjabat sebagai Wakil Bupati Semarang, Pak Ngesti telah memperjuangkan subsidi untuk awak angkutan sebesar Rp. 1,2 Miliar. Namun, karena adanya Covid-19, anggaran tersebut dialihkan. Mak dari itu, kami mendukung Ngesti-Basari pada kontestasi Pilkada Kab. Semarang tahun 2020, agar anggaran untuk awak angkutan dapat dikawal dan terealisasi,” pungkasnya.

Baca Juga :   Terima SK, Taruna Merah Putih Kota Surakarta Tancap Gas Lakukan Konsolidasi

Koresponden : Heru P

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here