Momentum Kartini, Bupati Sragen Ajak Perempuan Berani Ambil Peran

0
Foto: Bupati Sragen, dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati

Kabupaten Sragen – Menyambut momentum Kartini, problematika ketimpangan gender bagi perempuan di Sragen, terlebih dalam hal pekerjaan sudah tidak ada. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bupati Sragen, dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Hal ini tentu tidak asal ucap tanpa fakta yang jelas. Sehingga merujuk penilaian Parahita Ekapraya, menunjukkan hasil kesetaraan gender Kab. Sragen mengalami peningkatan dan melampaui target yang ditetapkan.

Sebagai informasi, Anugerah Parahita Ekapraya adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat sebagai pengakuan atas komitmen, upaya, dan prestasi lembaga serta pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota atas pelaksanaan pembangunan yang menjamin kesetaraan dan keadilan gender.

Adapun indikator dari penilaian tersebut adalah presentase banyaknya jumlah perempuan yang menjadi pejabat struktural. Sebagaimana dijelaskan oleh Mbak Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen itu.

“Itu hanya salah satu indikator. Sehingga berapa sih presentase pejabat struktural yang perempuan itu juga merupakan salah satu faktor dominan yang dinilai,” kata Bupati yang juga kader PDI Perjuangan itu, Kamis (22/4/2021).

Melihat fakta ini yang memang sebagai hasil dari komitmen Mbak Yuni untuk turut mendorong perempuan yang saat ini di posisi struktural harus mempunyai kemampuan dan kapasitas.

Terkait peluang para perempuan menjadi pejabat eselon, Mbak Yuni menegaskan pihaknya membuka lebar dan kesempatan yang sama bagi para perempuan dengan laki-laki. Hal ini tinggal para ASN perempuan mau mengambil peran atau tidak. Karena memang dalam proses open bidding yang dilaksanakan presentase perempuan yang ikut memang lebih sedikit dibanding laki-laki.

“Saya pikir kalau untuk masalah diskriminasi tidak. Karena semua mempunyai peluang yang sama dan yang sudah memenuhi syarat saya wajibkan untuk turut mendaftar. Kemudian pada momentum Kartini ini, untuk mendorong perempuan yang saat ini di posisi struktural, memang harus mempunyai kemampuan dan kapasitas yang terus dikembangkan. Semua itu tentu agar para perempuan hebat ini tidak stagnan dalam tempatnya,” pungkasnya.

Baca Juga :   Menilik Proses Budidaya Jamur Milik Satgas PDI Perjuangan Kota Tegal

Koresponden : Rafif Abrar S – Rafif Qais A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here