Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Bung Karno
Ajaran Bung KarnoBerita TerkiniFeaturedJAWA TENGAHKAB TEMANGGUNG

Bung Karno Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Life Guidance

By Enggar Adi Wibowo
25 March 2025 2 Min Read
Comments Off on Bung Karno Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Life Guidance

Kabupaten Temanggung – Presiden RI pertama, Bung Karno sejatinya merupakan tokoh bangsa yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya.

Meskipun masalah politik dan berbagai macam polemik di dalamnya banyak menyita waktu, namun ia selalu menyempatkan diri untuk membaca, menelaah, dan memahami ayat-ayat suci-Nya.

Guntur Sukarno, putra dari ‘Sang Singa Podium’ dalam bukunya yang berjudul “Bung Karno & Kesayangannya” (1981: 109) menyebutkan bahwa Al-Qur`an yang selalu dibawa oleh Bung Karno adalah kitab tafsir berbahasa Belanda, berwarna hijau tua, berukuran 25 X 15 cm dengan hiasan huruf bertinta emas.

Suatu ketika, Bung karno pernah menjadi tawanan di Brastagi (1949) oleh kolonial Belanda. Ia mendapat informasi, bahwa esok harinya akan dieksekusi dengan cara ditembak.

Sebagai seorang manusia, tentu rasa khawatir itu muncul. Bung Karno-pun keringat dingin mendengar kabar itu.

Ia kemudian mengambil air wudhu, mengambil Al-Qur’an kesayangannya, lalu membaca basmallah. Ayat yang ada di pandangannya saat itu adalah Al-An’am Ayat 117, yang substansinya adalah Allah SWT tau mana orang yang tersesat dan mana yang berada di jalan benar.

Bung Karno menyadari, apa yang dilakukan untuk memperjuangkan nasib wong cilik dan warga yang tertindas adalah jalan kebenaran. Jika harus meregang nyawa, maka itu lebih baik, daripada berdiam diri menghadapi ketidakadilan.

Bung Karno akhirnya tidak risau lagi, ia kembali bersemangat, urusan nyawa adalah hak-Nya. Tugasnya di muka bumi adalah menebar kebaikan, terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

Di sisi lain, saat Sidang PBB tahun 1960, Bung Karno pernah mengutip Surat Al-Hujarat Ayat 13 yang artinya:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti!”

Pidato Bung Karno itu membuat seluruh peserta siding tercengang. Dengan berani, Bung Karno menolak penuh adanya disparitas. Seluruh keragaman baik yang bersifat primordial maupun sosial mesti disatukan dengan visi besar mencapai kedamaian dan ketertiban dunia.

Koresponden : Enggar

Tags:

AgamaAl-Qur’anBung KarnoFungsi EdukasiKab. TemanggungKemanusiaanMenuju Partai sehatPDI Perjuanganwong cilik
Author

Enggar Adi Wibowo

Follow Me
Other Articles
Bung Karno Mudik
Previous

Tradisi Mudik; Perjalanan Melepas Rindu Bung Karno untuk Keluarga

Puan Maharani
Next

Mbak Puan: Negara Harus Hadir Tanpa Tunggu Rakyat Mem-viralkan

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.