Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Bung Karno Mudik
Ajaran Bung KarnoBerita TerkiniFeaturedJAWA TENGAHKAB TEMANGGUNG

Tradisi Mudik; Perjalanan Melepas Rindu Bung Karno untuk Keluarga

By Enggar Adi Wibowo
25 March 2025 2 Min Read
Comments Off on Tradisi Mudik; Perjalanan Melepas Rindu Bung Karno untuk Keluarga

Kabupaten Temanggung – Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau ‘Lebaran’, hampir setiap perantau di negeri ini melakukan perjalanan yang cukup panjang untuk pulang ke kampung halaman. Kita mengenalnya sebagai ‘mudik’, sebuah folkways yang muncul di hari-hari besar nasional dan keagamaan.

Lalu sejak kapan istilah mudik itu muncul? Sisi historis mengatakan bahwa mudik mulai familiar di tahun 1970-an. Saat itu, banyak penduduk desa yang mulai meniti karir di wilayah perkotaan. Banyak dari mereka bekerja sebagai pedagang, karyawan, bahkan kuli bangunan.

Berbulan-bulan tinggal di perkotaan, tentu ada rasa rindu dari mereka untuk menemui keluarga. Supaya efektif dan efisien, alhasil mereka memilih hari-hari terakhir di Bulan Ramadan.

Tujuannya adalah sekalian untuk menyambut Idul Fitri sekaligus Halal Bihalal dengan sanak saudara.

Dari segi etimologi, mudik diyakini merupakan akronim dari mulih dilik atau pulang sebentar. KBBI menulis arti mudik sebagai pulang ke kampung halaman.

Sementara, tradisi Betawi menerangkan jika mudik memiliki ikatan kata dengan ‘udik’ yang artinya kampung atau desa.

Tapi apakah kita mengetahui bahwa sejatinya mudik juga menjadi tradisi bagi para pemimpin bangsa? Bung Karno misalnya, Presiden RI pertama itu pasti menyempatkan diri untuk pulang ke Blitar, tempat keluarganya berada.

Mudik saat lebaran menjadi momen bagi Bung Karno untuk melepas rindu di sela tugas dan pengabdiannya untuk negara.

Momentum itu juga digunakan Bung Karno untuk saling Halal Bihalal, menyatukan doa serta semangat di internal keluarga, serta ngudo roso untuk masa depan bangsa dan negara.

Biasanya, Bung Karno melakukan perjalanan pulang kampung di hari ketiga lebaran. Ia tidak bisa melaksanakan di akhir Bulan Ramadan, mengingat tugas negara yang dipikulnya cukup banyak.

“Dari Jakarta naik pesawat dan turun di Malang. Dari Malang, baru naik Kereta Luar Biasa (KLB) ke Blitar. Di Rumah Gebang, Blitar, Eyang Ida Ayu Nyoman Rai sudah menunggu. Bapak dan ibu sungkem. Selama seminggu, kami mudik sambil berlebaran di sana,” ungkap Guntur Soekarno, putra sulung dari Bung Karno.

Koresponden : Enggar

Tags:

Bung KarnoFungsi EdukasiIdul Fitri 1446 HKab. TemanggungLebaranMenuju Partai sehatmudikPDI Perjuangan
Author

Enggar Adi Wibowo

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati Etik Dapat Kejutan Ucapan Ultah Dari KJ Sukoharjo

Bung Karno
Next

Bung Karno Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Life Guidance

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.