JATUH BANGUN MERAWAT RANTING

0
231
Kholipah beserta pengurus DPC PDI Perjuangan Pemalang berfoto bersama Kepala Desa Tundagan Bejo Utomo (dua dari kanan) usai serahkan bantuan logistik kepada korban Longsor di Tundagan, Watukumpul, Pemalang. (13/11/2017)

Mengurus partai di daerah terpencil dengan medan yang berat menjadi tantangan tersendiri bagi Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Akibat jalan yang terjal berbukit-bukit, beberapa kali Ketua PAC Watukumpul Kholipah terjatuh dari sepeda motor ketika menyambangi pengurus ranting untuk konsolidasi partai.

Dusun Sirongge, Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul 11 November 2017 malam diguyur hujan sangat deras yang panjang. Menjelang tengah malam, Kholipah (35) mendapat laporan ada keretakan tanah akibat tergerus air hujan. Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Watukumpul itu tak bisa tidur karena khawatir terjadi bencana tanah longsor.

Kholipah membantu melakukan proses
evakuasi di rumah warga yang tertimbun longsor di Tundagan, Watukumpul,
Pemalang. (13/11/2017)

Keesokan harinya apa yang dikhawatirkan Kholipah pun terjadi. Tanah longsor mengurug beberapa titik di desa Tundagan yang mengakibatkan beberapa rumah mengalami kerusakan. Melihat kejadian tersebut, Tim TAGANA (Taruna Siaga Bencana) dengan sigap memberikan bantuan logistik dan melakukan evakuasi warga. Kholipah yang juga tergabung didalamnya ikut turun dalam evakuasi bersama tim Tagana.

Sebagai Ketua PAC, Kholipah segera melaporkan bencana itu ke DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang. Pengurus Cabang segera meluncurkan Tim BAGUNA PDI Perjuangan Pemalang ke tempat kejadian. Dengan membawa perbekalan bantuan logistik dari Kota Pemalang, Tim BAGUNA pun disambut dengan hangat oleh masyarakat setempat.

Bencana tanah longsor hampir terjadi setiap tahun di musim penghujan di Watukumpul, kecamatan di ujung selatan Kabupaten Pemalang, yang terletak di kaki gunung Slamet. Berada pada ketinggian hampir 1000 meter di atas permukaan laut, kondisi geografis Watukumpul berbukit-bukit dengan kontur tanah yang sangat terjal. BPBD (Badan Penanggu- langan Bencana Daerah) Kabupaten Pemalang memasukan Watukumpul ke dalam zona merah bencana.

Di medan yang berat rawan bencana itulah Kholipah terus bersemangat menghidupkan PDI Perjuangan. PAC Watukumpul membawahi 15 Ranting. Butuh waktu lima hari bagi Khofifah bila menyambangi ranting-ranting itu satu per satu dengan mengendarai sepeda motor. “Kalau saya ke ranting karena tugas dari partai kalau satu hari saya bisa nyandak tiga ranting saja itu sudah maksimal sekali, karena bukan masalah jauhnya akan tetapi medannya,” cerita Iip, panggilan akrab Kholipah saat ditemui Derap Juang di kediamannya.

Baca Juga :   Restu Sayekti Melakukan Penyemprotan Disinfektan di Rumah Warga

Medan berat yang dimaksud Iip adalah jalan penghubung antar desa yang berkelok – kelok dengan kontur tanah naik turun yang terjal. Belum lagi kondisi jalan yang sering rusak karena bencana alam. Bila musim hujan, jalanan menjadi lebih licin dan membahayakan pengguna jalan khususnya roda dua. “Luar biasa medane, sudah nikung, tanjakannya luar biasa, sampai-sampai motornya kadang kadang gak bisa ngangkat, akhirnya saya jatuh duluan, motornya ya mblusuk ke arah jurang sana, dan itu sudah biasa,” ujar perempuan yang berprofesi sebagai kondektur bus pariwisata ini. Medan berat itu Iip lahap setiap hari. Apalagi saat menghadapi Pilkada serentak 2018. Ia mesti keliling Ranting untuk Pembentukan Guraklih.

Selepas urusan konsolidasi di ranting-ranting, perempuan lulusan sekolah menengah ini mesti menyiapkan energi untuk mengadiri rapat-rapat di cabang. Dengan jarak sekitar 30 km, Iip harus berkendara satu jam lebih dari Watukumpul ke kantor DPC PDI Perjuangan Pemalang. Iip mengaku tak pernah mangkir dari rapat-rapat DPC.

Karena kecintaanya kepada Partai dan Watukumpul, Kholipah tidak menganggap apa yang dialaminya sebagai musibah. “Kalau misal bisa digambarkan perjalanan saya itu memang jauh, sangat sulit, sering jatuh ya sering, tapi manakala saya ditanya dukanya apa? Saya menganggap itu bukan sebuah duka! Dan saya bangga hidup di Watukumpul,” tegas Iip.

Banteng Perempuan Tangguh

Melihat dedikasi dan semangatnya membesarkan partai di wilayah terpencil, Ketua DPC Pemalang Agus Sukoco sampai-sampai menjuluki Kholipah sebagai Banteng Perempuan Tangguh. “Kholipah adalah contoh banteng perempuan yang tangguh dan memiliki loyalitas pada partai yang tinggi walaupun teritorial yang diampunya bergunung dan berbukit.”

Kholipah, Ketua PAC
Watukumpul, Pemalang.

Dua tahun sudah Iip menjabat sebagai Ketua PAC di Watukumpul. Demi terlaksananya fungsi aspirasi, Iip pun mewakafkan dirinya bagi kemaslahatan warga masyarakat Watukumpul. Seringkali warga datang menemuinya di berbagai kesempatan untuk meluapkan keluh kesah yang dialaminya. Hal ini sama sekali tidak membuat Iip merasa terbebani. Iip justru senang karena merasa dianggap sebagai keluarga oleh warga masyarakat Watukumpul. Pengaduan demi pengaduan yang sampai ke telinganya, selalu ditindaklanjuti Iip dalam rapat-rapat di DPC maupun PAC.

Baca Juga :   Gotong-royong DPC dan PAC PDI Perjuangan Kab. Brebes Melawan Covid-19 di Kecamatan Salem

Keluhan mengenai jalan rusak hingga keluhan masyarakat yang kesulitan mengurus akte kelahiran dibantunya hingga tuntas. “Alhamdulillah, Watukumpul dari ujung sampai ujung saya kira semuanya sudah tidak ada jalan yang rusak. Kecuali jalan-jalan yang sering terkena bencana,” ungkap Iip. Ia mengaku mendapat kemudahan dalam memproses keluhan masyarakat karena Pemalang sendiri memiliki Bupati yang kader dan diusung oleh PDI Perjuangan.

Selain masalah jalan, Iip juga membuka diri untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam pengurusan administrasi akte kelahiran. Iip mengaku sering membawa berkas pengurusan akte kelahiran milik masyarakat saat dirinya bertandang ke kota baik dalam rangka konsolidasi partai maupun yang lain.

Tentu saja sebagai Ketua PAC, Iip tidak bisa terus-terusan bekerja sendirian alias one woman show. Ia selalu berusaha membawa pasukan PAC dan Ranting ke dalam beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan. Iip optimis bisa mendapatkan simpati masyarakat, karena bagi Iip kerja nyata di tengah masyarakat akan mengundang simpati itu sendiri.

Kegigihan Iip dalam membantu warga tentu memberi inspirasi bagi-bagi rekan-rekannya di PAC, tak terkecuali Herli Purnomo (32) selaku Wakil Sekretaris PAC Kecamatan Watukumpul. “Mba Kholipah orangnya tegas, aktif dan bijaksana karena setiap kali ada cara partai selalu melibatkan ranting-ranting di Watukumpul. Meskipun jauh dan medannya sulit, Mba Kholipah tetap bersilaturahmi ke rumah ranting-rantingnya dalam urusan dan kepentingan Partai.”

FITO AKHMAD ERLANGGA
(LAPORAN WAWAN DARMAJI DAN IKHWAN DEDI)