Sri Ruwiyati: Kader Partai Harus Memiliki Kecakapan Manajerial, Serta Jiwa Sosial Tinggi

4

Kabupaten Banjarnegara – Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Bidang Kesejahteraan Rakyat bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, selenggarakan sosialisasi peningkatan kapasitas perempuan dalam proses pengambilan keputusan. Kegiatan dilaksanakan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kab. Banjarnegara, dihadiri 50 orang Kader Wanita utusan dari 20 PAC PDI Perjuangan yang berada di Kab. Banjarnegara, Jumat, (30/10/2020).

Penyampaian dari salah satu narasumber dalam kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas perempuan dalam pengambilan keputusan

Hj. Sri Ruwiyati, S.E., M.M., mengatakan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membekali perempuaan PDI Perjuangan yang berada di Kab. Banjarnegara, agar menjadi Kader wanita tangguh, serta memiliki kemampuan dalam memutuskan masalah, baik itu masalah personal maupun di organisasi.

Sri Ruwiyati menambahkan, kesetaraan gender menuntut kaum wanita, memiliki kemampuan yang sama dengan kaum pria. Tentunya semua itu untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, Cinta tanah air atau bangsa dan negara.

“Menjadi Kader Partai bukanlah sesuatu yang mudah. Maka dari itu, Kader Partai harus memiliki kecakapan manajerial, serta sosial yang tinggi. Selain itu, aktif dalam berorganisasi itu penilaiannya juga melalui seleksi alam. Artinya, Partai akan memilih mereka yang memiliki kapasitas, serta kemampuan mewakili Partai,” tuturnya.

Rangkaian acara sosialisasi peningkatan kapasitas perempuan dalam proses pengambilan keputusan

Pada hari yang sama, Hj. Sri Ruwiyati bekerja sama dengan DPC PDI PDI Perjuangan Kab. Banjarnegara juga mengadakan Pelatihan Master of Ceremony (MC) bagi wanita Kader Partai utusan dari PAC PDI Perjuangan se-Kab. Banjarnegara. Hadir sebagai pembicara, yang sekaligus memberikan pengarahan, serta pelatihan menjadi MC, adalah salah satu Tenaga Pendidik di SMP N 2 Banjarnegara, Puji Kristianingtyas, S.Pd.M.M.

Puji Kristiangtyas mengungkapkan, MC atau pembawa acara harus memiliki kecapakapan berbicara, serta mengetahuan manajerial yang baik, khususnya menguasai seluruh audensi.

Baca Juga :   Bupati Tiwi dan Keluarga Salat Id di Masjid Agung Daarussalam

“Memiliki sifat kepemimpinan yang tinggi, ketahanan yang tangguh, sehat jasmani dan rohani, rasa simpatik. Terlebih apabila memiliki kemampuan bermain musik, menguasai lagu yang dibawakan. Sebab, MC juga identik dengan dirigen,” pungkasnya.

Koresponden : Chrisna

4 COMMENTS

  1. Mantap. Saya sangat mendukung sekali dengan adanya sosialisasi kepada kader wanita yg tangguh untuk meningkatkan nilai kebangsaan terutama di bidang ukm dan umkm di seluruh wilayah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here