Sambangi Sragen, Agustina Wilujeng Minta PTM Segera Dilaksanakan

0

Kabupaten Sragen – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti mendesak agar daerah menyegerakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun, sekolah, serta pihak terkait harus mengetatkan prokes di lingkup sekolah, agar tidak terjadi klaster baru.

Dalam kesempatan itu, Agustina Wilujeng yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah berharap, sekolah bisa mempersiapkan dengan baik. Menurutnya, ada beberapa unsur yang menentukan digelarnya PTM. Selain Pemerintah Daerah, ada sekolah, serta orangtua murid yang perlu dipertimbangkan.

“Dari sekolah yang bertanya ke orangtua murid. Hari ini, Kota Semarang sama seperti Kab. Sragen. Saya tahu, karena anak saya SMA dan diminta untuk mendatangani persetujuan tatap muka. Setelah saya menandatangani persetujuan, lalu anak saya cerita, bahwa ada orangtua murid yang tidak setuju tatap muka,” jelasnya.

Agustina menambahkan, kegiatan PTM dilaksanakan dengan pembatasan. Jumlah siswa tiap kelas maksimal hanya 50 persen dari kapasitas. Jadi, dalam satu kelas itu misalnya, ada 30 sampai 32 siswa, kalau ini ini orang tua membolehkan 20, harus diundi lagi. Meski hanya dibatasi 50 persen, guru tidak dua kali kerja. Selebihnya, nanti bisa diajar secara online.

“Masalahnya yang ingin menggelar PTM itu lebih banyak. Hal itu dapat menimbulkan masalah, karena tidak siap jadwalnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sragen, dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkapkan, Pemkab Sragen sepakat untuk menyegerakan PTM. Terlebih, status Sragen saat ini sudah masuk PPKM Level 3. Bupati Yuni, sapaan dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga meminta, agar dinas segera melakukan pengecekan ke sekolah yang sudah siap untuk melakukan PTM. Sementara, PTM direncanakan akan dimulai hari Senin pekan depan.

Baca Juga :   Kader Komunitas Juang Rembang Rintis Budidaya Lele

“Tidak ada penunjukan. Sekolah yang sudah siap, boleh melakukan PTM. Dan yang jelas, aturan terpenuhi, kesiapan prokes juga diutamakan. Anak-anak tidak boleh naik ojek online. Harus diantar orangtua,” pungkasnya.

Koresponden : Rafif Abrar S – Rafif Qais A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here