Puan: Wayang Kulit Spesial Kartini, Bukti Merawat Karakter Bangsa

1
Foto: Infografis Puan Maharani Tentang Pagelaran Kebudayaan Wayang Kulit Spesial Hari Kartini

Kota Semarang – Kecintaan Ketua DPR RI, Puan Maharani kepada sosok perempuan tangguh, Raden Ajeng Kartini tentu tidak dapat dibendung lagi. Terlebih, ketika Puan mengetahui akan adanya pagelaran kebudayaan Wayang Kulit yang spesial disajikan guna menyemarakkan Hari Kartini pada Rabu (21/4/2021) ini.

Mengangkat “Kisah Srikandi, Sang Prajurit Wanita Pembela Negara”, adalah tema yang khusus disiapkan oleh Pepadi dan TVRI selaku penyelenggara. Pagelaran yang diadakan 2 hari dari Rabu (21/4) hingga Kamis (22/4) pukul 22.00 WIB melalui siaran langsung TVRI ini begitu dinantikan oleh sosok Puan Maharani.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, bahwa sudah seharusnya sebagai generasi penerus bangsa untuk selalu antusias dan bangga terhadap ragam kegiatan yang memadukan kebudayaan bangsa dan pahlawan nasionalnya.

Terlebih, pada kegiatan ini betul-betul memiliki nuansa yang berbeda dan semua peran dikemas oleh srikandi-srikandi hebat masa kini. Pasalnya sebagai Dalang sendiri diisi oleh Nyi Wulan Sri Panjang Mas

Nyi Woro Mustiko Siwi, Seruni Widawati Nyi Seruni Widaningrum, yang semuanya adalah perempuan.

Tidak hanya itu, mulai dari Pangrawit, Waranggono, hingga Lakonnya adalah perempuan hebat Indonesia. Oleh karenanya, pagelaran kebudayaan ini akan menjadi ruh pembangkit semangat berkebudayaan seluruh masyarakat, terkhusus Kartini masa kini.

“Jika kita merawat dan memajukan kebudayaan Indonesia, maka kita sudah merawat karakter dan jati diri kita sebagai sebuah bangsa,” ucap Puan Maharani.

Sehingga sedikit mengutip pesan Ketua DPR RI itu, bahwa mempelajari segala bentuk ucap, perbuatan, hingga visi hidup seorang Raden Ajeng Kartini adalah budaya yang harus mulai ditularkan. Karenanya, melalui pembelajaran ini yang selanjutnya akan membawa generasi sekarang dan seterusnya untuk memiliki kemampuan literasi.

“Jika Raden Ajeng Kartini tidak memiliki kemampuan literasi, maka tidak akan ada buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Surat-surat yang isinya sudah menginspirasi banyak Kartini-Kartini lintas generasi hingga masa kini,” terangnya.

Baca Juga :   Budhi Setiawan: Persamaan PDI Perjuangan dan NU, Membela Wong Cilik

Oleh karenanya perpaduan atas pengkhidmatan pagelaran kebudayaan Wayang Kulit ini patut untuk dinantikan, dan tentunya disaksikan. Karena melalui kecintaan terhadap pagelaran kebudayaan Wayang Kulit ini yang selanjutnya akan menumbuhkan kecapakan literasi yang syarat akan nilai-nilai kecintaan akan Bangsa Indonesia.

Penulis : Tim Editor

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here