
Semarang — Anggota DPR RI Komisi VII, Samuel J. D. Wattimena, menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dalam pengelolaan event pariwisata saat menghadiri kegiatan Strategi Penguatan Kapasitas Karang Taruna dalam Pengelolaan Event Pariwisata Daerah yang Inovatif dan Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata, Selasa (28/4/2026), di Hotel Gets Semarang.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Karang Taruna Kota Semarang serta berbagai organisasi kepemudaan lainnya, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Dalam sambutannya, Samuel Wattimena menyampaikan bahwa event bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan sesuatu yang sakral dan memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan budaya serta potensi daerah. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari Sabang hingga Merauke, dengan Pulau Jawa sebagai salah satu wilayah yang memiliki tradisi kuat dan telah bertahan selama ratusan tahun.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah event tidak lepas dari kemampuan komunikasi dan koordinasi antar pihak. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci agar berbagai elemen, termasuk pemerintah dan pemuda, dapat bekerja sama dalam mengembangkan pariwisata daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal utama agar mampu menciptakan pengelolaan event yang profesional dan kompeten.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa terdapat 120 event dalam Karisma Event Nusantara (KEN) yang telah diseleksi dari 38 provinsi di Indonesia, dengan tiga di antaranya berasal dari Kota Semarang. Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki daerah dalam mengembangkan event pariwisata berbasis budaya dan kreativitas lokal.
Kementerian Pariwisata juga berharap Karang Taruna dapat lebih memahami dan menggali potensi pariwisata di daerah masing-masing, sehingga mampu berperan aktif dalam menciptakan event yang inovatif dan berdaya saing.
Sebagai narasumber, Danie Budi Tjahyono atau yang dikenal sebagai Paman Bete turut memberikan pandangannya mengenai peran Karang Taruna. Ia menyebut bahwa meskipun organisasi kepemudaan serupa banyak ditemukan di tingkat internasional, Karang Taruna memiliki keunikan tersendiri karena diisi oleh generasi muda berusia 16 hingga 30 tahun yang memiliki energi dan potensi besar dalam menggerakkan kegiatan sosial maupun ekonomi kreatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pemuda, khususnya Karang Taruna di Kota Semarang, mampu meningkatkan kapasitasnya dalam mengelola event pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.















