Nguri-uri Budaya Jawa, Sri Ruwiyati Selenggarakan Pagelaran Wayang Kulit

0

Kabupaten Banjarnegara – Dalam rangka merawat tradisi kebudayaan Jawa, serta menjaga warisan leluhur, Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pagelaran Seni Budaya Pagelaran Wayang Kulit. Pagelaran wayang kulit yang menampilkan 2 dalang kondang di Banjarnegara, yaitu Ki Anom Sarjhono, BA, serta dalang muda Ki Sungsang B. Jalu P, mengusung lakon “Banjaran Sang Bimasena” dengan pengiring Rudraswara Band Gamelan, diselenggarakan di Aula Marhaen Kantor DPC PDI Perjuangan Banjarnegara.

Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh Hj. Sri Ruwiyati bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Hj. Sri Ruwiyati, S.E.,M.M., selaku Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, H. Nuryanto, selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarnegara, perwakilan Ketua PAC PDI Perjuangan di Banjarnegara beserta jajarannya, KomandanTe Bintang Dua, Krismiarto, S.E., selaku Kepala Dinas Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kab. Banjarnegara, serta tokoh masyarakat. Kegiatan pagelaran dihadiri pula oleh Aryo Indrasworo, selaku Staf Ahli Drs. Utut Adianto, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Banjarnegara.

Hj. Sri Ruwiyati, yang juga Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah pada kesempatan ini menyampaikan, pagelaran budaya ini dalam rangka melestarikan kebudayaan nenek moyang yang ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Sri Ruwiyati juga menjelaskan, nguri-uri budaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui pagelaran wayang kulit ini. Pada pagelaran budaya ini bukan hanya para penampil saja yang melakukan uri-uri, namun para penonton juga secara langsung ikut melestarikan budaya.  

“Para generasi muda juga harus mengerti dan memahami tentang budaya adi luhung wayang kulit yang harus dilestarikan. Gerenasi muda di era sekarang ini harus bisa memilih dan memilah, mana budaya budaya yang sesuai dengan jati diri bangsa, sehingga tidak terjebak pada budaya-budaya asing yang justru tidak selaras dengan budaya yang ada di Indonesia. Mari bersama-sama kita lestarikan budaya di Banjarnegara dan Indonesia pada umumnya. Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Kami selalu menghimbau kepada semua masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga :   Wujud Kepedulian Kepada Masyarakat, Sunarna Lakukan Rangkaian Kegiatan di Banyumas

Sementara itu, H. Nuryanto, selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarnegara menjelaskan, pertunjukan wayang ini juga sebagai media untuk menjalin silaturahmi. Bukan hanya itu, pagelaran wayang kulit ini juga untuk penguatan untuk para pelaku seni, khususnya pelaku seni wayang kulit di Banjarnegara.

“Saya berharap kepada pengurus PDI Perjuangan Banjarnegara, serta KomandanTe Bintang Dua yang hadir, agar terus melakukan konsolidasi, turun ke bawah, menjaga kekompakan, serta merapatkan barisan dalam menyongsong 2024.

Krismiarto, selaku Kepala Dinas Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kab. Banjarnegara menyampaikan ucapan terimakasih kepada Sri Ruwiyati, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini adalah bentuk perhatian terhadap seni dan budaya. Perlu dikatahui, memang masyarakat di Banjarnegara adalah gudang seniman, namun karena masa Pandemi selama 2 tahun ini, mereka tidur. Biasanya setiap bulannya ada pentas seni , namun karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, mereka tidak bisa mengembangkan keseniannya.

Ki Anom Sarjhono, BA, dalang asal Kelurahan Semarang Kidul, Banjarnegara mengucapkan terimakasih kepada Hj. Sri Ruwiyati, PDI Perjuangan Banjarnegara, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah atas diselenggarakannya pagelaran wayang kulit ini, sehinnga pagelaran ini bisa berjalan dengan lancar.

Koresponden : Chrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here