Museum Sejarah Imersif, Hendi: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah

0
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi

Kota Semarang – Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyiapkan sejumlah project penguatan sektor pariwisata di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun 2021.

Setelah Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang mengkonfirmasi akan merealisasikan project jembatan kaca yang sempat tertunda di area Hutan Wisata Tinjomoyo, kini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyusul dengan rilisan konsep museum imersif, berkonsep teknologi yang mulai diterapkan pada sejumlah museum di berbagai negara, untuk merangsang minat pengunjung. Konsep tersebut mengaburkan dunia digital dengan dunia nyata, sehingga pengunjung bisa mendapatkan pengalaman baru.

Hendi mengungkapkan, museum tersebut akan menggunakan bangunan yang telah didirikan oleh Kementerian PUPR di bundaran Bubakan, Kota Semarang. “Untuk fisik bangunannya oleh Kementeri PUPR, sedangkan dari Disbudpar yang nanti akan mendesain dalam museumnya. Saat ini ada dalam tahap penyempurnaan konsep pengaplikasian teknologi, semoga prosesnya lancar,” terang Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang tersebut, Jumat (29/1/2021).

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mengatakan, konsep utama museum di bundaran Bubakan yakni mengenai sejarah Kota Semarang, yang akan disajikan sebagai pembelajaran sejarah dengan metode yang menarik, sehingga saat masuk museum, pengunjung dapat merasakan ambience atau kondisi Semarang tempo dulu.

Tak hanya mempersiapkan desain di dalam museum, Disbudpar Kota Semarang bersama dinas terkait mempersiapkan manajemen lalu lintas sekitar museum, juga akses jalan dari tempat parkir ke museum. Mengingat Museum Bubakan berada tepat di bundaran. Jika tidak ada rekayasa lalu lintas tentu dapat menimbulkan kemacetan. Lebih lanjut, museum ini ditargetkan pada Agustus mendatang bisa dinikmati masyarakat.

Baca Juga :   Pemberian 290 Paket Bingkisan Lebaran untuk Kader Partai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here