Menjadi Marhaenis, Bupati Tiwi Lawan Kemiskinan dengan Politik Anggaran

0

Kabupaten Purbalingga – Sebanyak 18 Ketua Pengurus Kecamatan Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kab. Purbalingga dilantik oleh Ketua DPP KBM Jawa Tengah, H. Soetjipto, S.H., M.H., di Pendopo Dipokusumo. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, S.E., B.Econ, M.M., yang akrab disapa Tiwi dan Wakil Bupati Purbalingga, H. Sudono, S.T., M.T., yang juga bagian dari KBM Kab. Purbalingga turut menyaksikan pelantikan ini.

Dalam sambutannya, Bupati Tiwi mengungkapkan, Marhaenisme merupakan asas perjuangan yang dicetuskan Sang Proklamator Bung Karno untuk melawan segala bentuk penindasan, penjajahan, kolonialisme, kapitalisme dan imperialisme. Tugas para Marhaenis sekarang adalah melawan kemiskinan dan kebodohan.

Pelantikan Ketua Pengurus KBM tingkat kecamatan di Kab. Purbalingga.

“Saya dan Bapak Ketua DPRD yang juga bagian dari Marhaenis, membuat politik anggaran, agar APBD ini bisa untuk pengentasan kemiskinan di Purbalingga,” tutur Bupati Tiwi, yang juga Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPC PDI Perjuangan Purbalingga.

Bupati Tiwi menambahkan, berbagai program Pemkab Purbalingga dijalankan sebagai politik anggaran melawan kemiskinan, diantaranya, program pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Rantang Berkah atau jaminan makanan untuk lansia sebatang kara, bantuan Beras dan Lele, bantuan Jambanisasi, serta berbagai bantuan bagi mereka yang ingin berdikari secara ekonomi.

“Hal ini juga semata-mata dalam rangka mengimplementasikan ajaran Sang Proklamator. Bahwa untuk menjadi bangsa yang besar harus memiliki 3 hal, yaitu, Berdaulat di Bidang Politik, Berdikari di Bidang Ekonomi dan Berkepribadian dalam Berkebudayaan,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, pengurus yang baru saja dilantik bisa menjalankan amanah dengan baik, menjalankan apa yang jadi visi misi organisasi. Bupati Tiwi juga berharap, dengan kepengurusan hingga tingkat kecamatan bisa membawa dampak kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Momentum Kemerdekaan, 2 Pilar Partai Gotong Royong Berbagi ke Sesama

“Pelantikan pengurus KBM hingga tingkat kecamatan ini merupakan upaya dalam melebarkan sayap organisasi, terutama untuk mempersatukan Marhaenis yang selama ini masih terpencar dari berbagai profesi, berbagai latar belakang, berbagai partai politik untuk kembali seiring dalam satu langkah barisan melanjutkan perjuangan Sang Proklamator Bung Karno,” pungkasnya.

Koresponden : Budi Agung P

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here