Kritik Bung Karno Pada Orang Puasa Tapi Malas Bekerja

1

Kota Semarang – Bung Karno menulis, “Kita mengetahui semua bahwa puasa di bulan Ramadhan itu, asal kita kerjakan dengan cara yang benar, tidak melemahkan kita punya kegiatan bekerja, tidak membuat kita seperti orang yang sakit TBC, tidak memadamkan perekonomian rakyat,” dalam tulisan “Panji Islam” pada tahun 1940 yang berjudul “Apa Sebab Turki Memisah Agama dari Negara?.

Dari tulisan di atas, bagian yang menarik adalah bulan Ramadan bukanlah bulan yang melemahkan perekonomian, bukan bulan anti bekerja, dan bukan pula bulan tanpa aktivitas di siang hari.

Bung Karno hendak menggaris bawahi bahwa orang yang bermalas-malasan di siang hari karena alasan malamnya begadang dan beribadah qiyamul lail, bukanlah orang yang mengerjakan ibadah puasa dengan cara yang benar.

Memang benar bahwa Ramadhan adalah bulan ibadah. Rasul juga telah menjanjikan kepada setiap orang yang berpuasa dan menjaga malamnya (untuk beribadah) mendapatkan sebuah balasan yang pantang diremehkan, yaitu diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Akan tetapi, muslim yang baik seharusnya bisa menjaga dan membagi waktunya. Kapan harus istirahat, mengejar pahala di malam hari, dan beraktivitas di pagi hingga sore harinya.

Kritik Bung Karno tersebut, harusnya bisa kita ambil sebagai catatan dan pelajaran bagi diri kita. Boleh saja mengejar pahala di bulan Ramadhan, bahkan harus, tetapi jangan sampai menjadi alasan bagi kita untuk bermalas-malasan di siang harinya dan melewatkan kewajiban kita sebagai seorang manusia yang seharusnya terus bergerak dan beraktivitas.

Penulis: Safii Mohamad

Baca Juga :   Wujud Tanggung Jawab Moral, Suparno Beri Santunan Rutin Kepada Keluarga Korban Kecelakaan

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here