Kader PDI Perjuangan Pati Tekuni Usaha Bibit Jeruk Pamelo

0

Kabupaten Pati – Sulkan selaku Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan Kec. Gembong menekuni usaha bibit Jeruk Pamelo sejak tahun 2018. Pemilihan usaha ini dikarenakan sudah dari dahulu Desa Gembong dikenal akan Jeruk Pamelo yang memiliki kualitas baik dan rasanya khas, yakni dengan kombinasi rasa manis, asam, dan sedikit pahit.

Sejak berlangsungnya pandemi Covid-19, banyak usaha yang tidak bisa berjalan lancar atau bahkan gulung tikar. Namun, kondisi itu menjadi pengecualian bagi pelaku usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman asal Dukuh Selorejo ini.

Untuk pengelolaan, Sulkan masih mengandalkan lahan pekarangan belakang rumahnya untuk dimanfaatkan menanam bibit Jeruk Pamelo. Sulkan beralasan, jika dekat dengan rumah, tentu tanaman yang ditanam akan lebih terawat dan menekan biaya ekonomi. Untuk lahannya pun tidak membutuhkan area yang luas, sehingga dapat menekan beban pengeluaran.

Pembudidayaan bibit tanaman Jeruk Pamelo ini dilakukan dengan sistem cangkok, hal ini dikarenakan akar dari tanaman tersebut bersifat serabut dan tidak dapat menembus ke dasar tanah untuk mencari air.

Sistem penanamannya berawal dari pembibitan sampai berbuah, dengan 3 kali ganti polibek, polibek pertama diameter 20, polibek kedua diameter 50, dan polibek ketiga diamenter 100. Dari tanam awal sampai berbuah membutuhkan waktu 2 tahun, dalam proses ini Sulkan menyediakan bibit yang belum berbuah dan sudah berbuah. Bibit yang belum berbuah seharga Rp. 400.000, sedangkan untuk bibit yang sudah berbuah seharga Rp. 600.000.

“Untuk pembeliannya bervariatif, terkadang konsumen datang langsung ke rumah dan saya juga melakukan promosi melalui tetangga sekitar hingga media sosial,” ujar Sulkan.

Sulkan menambahkan, agar menghasilkan bibit yang berkualitas, maka diperlukan adanya pemupukan dengan media skam, tanah, serta pupuk kandang. Selain itu, pada musim kemarau perlu juga dilakukan pengairan secara rutin agar hasil maksimal dan cepat berkembang.

Baca Juga :   Arif DN: Kita Hidup Harus Sesuai Fatsun

Koresponden: Miftakhul Qomariyah