Ismawan Setya Handoko Selenggarakan Reses di Kecamatan Purwanegara

0

Kabupaten Banjarnegara – Ketua DPRD Kab. Banjarnegara, Ismawan Setya Handoko, S.E., menyelenggarakan Reses masa sidang ke dua. Kegiatan yang dihadiri oleh Pengurus Asosiasi Perberasan Banjarnegara, perwakilan petani di Desa Danaraja, Pengurus Gapoktan Ngudi Rejeki Danaraja , Kelompok Tani Sumber Rejeki, serta para Kepala Desa, dilaksanakan di Aula Kantor Desa Danaraja, Kecamatan Purwanegara, Sabtu, (1/5/2021).

Ismawan Setya Handoko mengatakan, Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sangat berdampak pada seluruh sektor dalam kehidupan masyarakat, termasuk salah satu yang paling strategis, yaitu ketahanan pangan. Ismawan berharap, melalui Reses ini, dapat menyerap aspirasi dalam bidang pertanian. Ismawan menambahkan, petani banyak yang mengalami masalah terkait rendahnya harga produksi pertanian, serta tingginya harga pupuk. Maka dari itu, perlu adanya terobosan diantaranya, dengan intensifikasi pertanian atau tumpangsari.

Ismawan Setya Handoko menyelenggarakan Reses di Kecamatan Purwanegara

“Memang masalah pupuk menjadi persoalan yang krusial. Kelangkaan pupuk menjadi kendala utama yang dihadapi oleh petani. Maka dari itu, kami akan terus berusaha untuk melakukan upaya, agar ketersediaan pupuk selalu ada, serta bisa mencukupi kebutuhan petani. Saya menyarankan, agar petani dapat menggunakan pupuk organik yang harganya cenderung lebih murah, sehingga diharapkan terjadi keseimbangan antara biaya produksi dan hasil produksi pertanian,” tutur Ismawan Setya Handoko, yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab. Banjarnegara.

Dalam menanggapi keluhan dari para perwakilan petani, terkait sulitnya mendapatkan pupuk, serta mahalnya harga pupuk pada saat musim tanam, Ismawan akan melakukan koordinasi bersama seluruh steakholder, sehingga permasalahan pupuk dapat segera teratasi.

Sementara itu, anggota APB, Slamet Supriadi berharap, program dana talangan dari Pemerintah Provinsi untuk bisa digulirkan setiap tahun. Hal tersebut bertujuan untuk membantu penyerapan hasil petanian, agar harganya stabil. Gabah kering giling untuk saat ini, seharga Rp. 4200. Sementara harapan dari petani, harganya bisa mencapai Rp. 5.000 per kilo. Dengan demikian, ada keuntungan yang diperoleh petani.

Baca Juga :   Dyah Hayuning Pratiwi: Petani Milenial Akan Diberi Modal

Koresponden : Chrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here