CKJ Temanggung Kembangkan Kesenian Tradisional di Tengah Era Pembaratan

0
CKJ Temanggung, Lias Kembangkan Kesenian Tradisional

Kabupaten Temanggung – Kesenian merupakan sarana yang dapat dijadikan media dalam mengekspresikan rasa. Konsep kesenian ini tentunya memerlukan sebuah estetika yang mengacu kepada ungkapan jiwa manusia. Dengan kesenian, maka seseorang dapat mengekspresikan abstraksi pemikiran maupun perasaannya sehingga masyarakat dapat memahami makna filosofisnya sekaligus keindahan penyajiannya.

Secara konseptual, kesenian merupakan produk peradaban manusia. Kesenian ini juga pada akhirnya membentuk identitas nasional sekaligus membentuk jati diri sebuah bangsa. Dengan lestarinya sebuah kesenian, maka juga akan berimplikasi terhadap eksistensi suatu bangsa di mata internasional.

Seorang Calon Kader Juang Kabupaten Temanggung yang berasal dari Kecamatan Kledung bernama Mujiono Lias Bin Slamet memandang jikalau kesenian memiliki eksistensi yang penting bagi keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Kesenian mampu menjadi identitas nasional yang akan menumbuhkan kebanggaan bagi masyarakat. Jelas hal ini tentunya dapat menstimulasi rasa nasionalisme dan patriotisme bagi rakyat Indonesia untuk turut serta dalam menjaga kedaulatan sosial budaya di era disrupsi dan westernisasi.

CKJ Temanggung, Lias Kembangkan Kesenian Tradisional

Sosok pemuda yang kerap disapa Lias ini mengembangkann kesenian khususnya tari tradisional secara turun menurun. Kompetensinya didapat melalui pertalian darah, dimana keluarganya juga seorang aktivis seni tari. “Ibu saya adalah seorang pegiat seni. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk turut serta bergelut di bidang seni, karena bagaimana juga kesenian mempunyai peran penting bagi bangsa Indonesia sebagaimana Trisakti Bung Karno yang menyatakan jikalau Indonesia mestinya Berkepribadian Dalam Berkebudayaan,” tutur Lias.

Lias mulai terjun di dunia tari semenjak kelas 5 SD atau saat usianya masih sebelas tahun. Seiring beranjak dewasa, sosok Lias tidak patah semangat untuk terus menjaga sekaligus melestarikan kesenian tradisional. Hal ini dilakukan karena adanya kecintaan terhadap bangsa dan negaranya. Melalui kesenian, Lias berharap jikalau kedepannya akan banyak masyarakat yang ikut serta dalam mengembangkan kesenian sehingga bisa dioptimalisasi dalam pariwisata kreatif.

Baca Juga :   Spanduk Puan Maharani Menambah Semarak HUT RI ke-76 di Kebumen

Biasanya Lias menari di acara pagelaran tari antar desa. “Kalau ada undangan tari, saya langsung konsisten latihan,” tutur Lias. Adapun maksud dari konsisten disini adalah Lias selalu berusaha agar bersemangat ketika melakukan latihan tari.

CKJ Temanggung, Lias Kembangkan Kesenian Tradisional

Sosok Lias ini biasanya menarikan tari tradisional ketika terdapat undangan. Tidak cukup di situ, sosok ini juga tercatat pernah mengikuti berbagai macam perlombaan maupun hanya sekedar membuat konten tarian di platform digital. Beberapa tarian yang pernah dibawakan Lias antara lain Tari Topeng, Kuda Lumping, Warok, dan Topeng Ireng.

Lias berpesan kepada para pemuda untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. “Era saat ini tentu mengalami pergeseran paradigma. Kebudayaan luar negeri seperti westernisasi menjadi keniscayaan di tengah proses globalisasi dan modernisasi. Hal ini harus disikapi dengan bijak oleh para pemuda, khususnya dalam menjaga eksistensi kesenian tradisional. Tujuan utamanya adalah supaya kesenian tersebut tidak terkisis oleh masifnya penetrasi budaya asing,” pungkas Lias.

Koresponden: Enggar dan Zidan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here