Skip to content
-
DERAP JUANG - Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Subscribe
Close

Search

Berita TerkiniFeaturedHUT 48 PDI Perjuangan

Budaya Lestari Siap Membangun Negeri

By C Ayu YA
10 May 2021 4 Min Read
Comments Off on Budaya Lestari Siap Membangun Negeri

Permasalahan Lokal

Indonesia merupakan suatu negara yang sangat kaya akan keanekaragaman budaya, hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa di mana masing-masing suku bangsa tersebut memiliki perbedaan dan keunikan baik dari segi bahasa daerah, adat istiadat, kebiasaan, dan berbagai hal lain yang memperkaya keanekaragaman dari budaya Indonesia itu sendiri. Khususnya Kota Semarang, budayanya sangat menarik sekali dan mampu membuat negara lain terkesima akan tradisi dan budaya yang ada di Kota Semarang. 

Dalam tradisi dan budaya yang ada di Kota Semarang, ada salah satu kegiatan yang selalu wajib diadakan ketika menjelang bulan suci Ramadhan, kegiatan tersebut adalah Dugderan. Dugderan adalah sebuah tradisi dan menjadi ikon khas semarang, yakni Warak Ngendog yang merupakan imajiner perpaduan kambing dan naga. “Dug Dug Dug” dari suara bedug dan “Der Der Der” daru suara meriam yang dulunya digunakan sebagai penanda. Dalam karnaval dugderan seluruh warga Kota Semarang mengikuti pesta dugderan di Balaikota yang dirayakan satu hari sebelum Ramadhan berlangsung, dan hanya satu kali dalam satu tahun.

Seru dan meriahnya karnaval dugderan perlu di sayangkan, banyak sekali anak muda yang lebih tepatnya pada kelahiran tahun 2005 ke atas tidak tahu makna diadakannya karnval dugderan tersebut, ditambah lagi saat sekarang sedang terjadi wabah pandemi yang mengakibatkan terhentinya kegiatan tersebut karena pembatasan kegiatan yang menimbulkan kerumunan masa. Hal memperburuk anak muda permasalahan dalam belajar budaya lokal yang seharusnya ditanamkan sejak dini. ini menjadi salah satu permasalahan untuk kita semua bagaimana caranya anak muda di era sekarang mau belajar tentang kebudayaan lokal di tengah pandemi. Budaya sangat penting ditanamkan kepada anak sejak dini. Karena dengan budaya itu sendiri akan memberikan dampak yang positif untuk perkembangan anak dalam bidang budaya. Memberikan Pendidikan budaya terhadap anak sama halnya dengan mendidik anak seperti yang diajarkan oleh KI Hajar Dewantoro dengan semboyannya “Ing Ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”.

Permasalahan Global

Prinsip memberikan contoh di depan, memberikan dorongan di tengah, dan memberikan pengawasan di belakang tidak lagi diunggulkan sebagi pembentuk budi pekerti luhur. Jika hal ini diterapkan kepada anak maka, mereka tidak akan tumbuh menjadi pemuda yang berwawasan ke depan dan menghargai suatu pendapat dan cinta akan tanah airnya. Kebudayaan begitu sangat melekat pada diri kita. Budaya terdiri dari beberapa bidang antara lain: seni rupa, seni kriya, seni tari, dan seni musik. Dalam beberapa bidang tersebut setidaknya kita harus pandai dalam satu bidang dalam melestarikan kebudayaan di daerah kita.

Budaya seringkali terpengaruh dalam permaslahan global yang setiap tahun berkembang melalui kebudayaan barat yang datang merubah kebudayaan lokal. Untuk itu, kita sebagi pemuda penerus bangsa harus bisa melawan globalisasi budaya tersebut, dengan giat belajar dan melestarikan kebudayaan lokal.

Dalam melesatrika budaya, pemuda harus tahu betul seluk beluk salah satu bidang budaya yang diambilnya, sehingga pemuda tersebut bisa mengembangkan dan berinovasi agar mendapatkan hasil cipta yang bernilai besar dan dapat bersaing dengan kebudayaan barat. Contohnya, bidang seni musik, yang diambil penulis adalah lagu gado gado semarang. lagu ini merupakan salah satu lagu yang menceritakan sejarah berdirinya Kota Semarang, dan genre lagu ini adalah keroncong. Keindahan dan kisah Kota Semarang dalam syair tersebut, harus disayangkan karena tidak sedikit anak muda yang tidak tahu dan tidak suka dengan lagu ini. Mereka beranggapan bahwa lagu ini adalah lagunya orang tua karena genre yang dibawakan adalah keroncong.

Dari contoh di atas merupakan salah satu dari permasalahan budaya yang ada di Indonesia, kita sebagai penerus bangsa harus merubah pola pikir bahwa lagu-lagu keroncong dapat diterima dikalangan anak muda. Salah satu caranya adalah pengcoveran lagu dengan pembawaan yang lebih modern dengan tidak merubah isi syair pada lagu tersebut. 

Perjuangan Pemuda Penerus Bangsa

Peranan kita sebagai anak muda dalam berperang melawan budaya asing adalah semata-mata untuk menanamkan jiwa kesenian dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan, menghargai kebudayaan lokal yang sudah melekat di mata masyarakat yang ditransfer melalui gerak, irama, dan suara yang sering kali disebut dengan seni tari dan seni musik tanpa menghilangkan adat budaya di dalamnya, menghargai hasil karya yang dihasilkan oleh masyarakat khususnya pemuda dalam mengembangkan minat bakatnya dalam bidang kesenian.

Dari permasalahan di atas kita dapat menarik kesimpulan tentang kendala yang harus dihadapi pemuda dalam melestarikan dan menjaga budaya lokal adalah pengaruh budaya asing, hilangnya rasa mencintai budaya sendiri, menurunnya kearifan lokal di kalangan masyarakat. Dengan demikian kita sebagai penerus bangsa sudah seharusnya wajib melestarikan budaya yang ditanamkan pada diri kita. Tidak hanya satu budaya yang kita kenal di Indonesia namun banyak budaya yang harus kita hargai dan selalu kita lestarikan, karena dengan adanya budaya, kuat rasa kesaudaraan akan semakin dekat.

Dengan rasa cinta kita kepada budaya sendiri, menandakan kita cinta kepada tanah air dan mengahargai karya-karya pelaku seni di kalangan masyarakat. Hal ini secara tidak langsung akan menggeser keberadaan budaya asing di Indonesia yang akan tergantikan oleh budaya lokal dengan pembaruan semakin modern dan dapat bersaing dengan budaya asing.

Penulis: Bima Putera

Tags:

HUT PDI PerjuanganLomba Karya Esai
Author

C Ayu YA

Follow Me
Other Articles
Previous

Alih Wahana Kebudayaan di Masa Pandemi: Dari Pertunjukan Langsung Menjadi Pertunjukan Virtual

Next

Omah Learning Optimalisasi Peran Mahasiswa Dalam Peningkatan Kemampuan Membaca Pada Anak Sekolah Dasar di Jawa Tengah Dalam Era New Normal

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang Majalah Online Internal PDI Perjuangan Jawa Tengah. All rights reserved.