Bergerak Untuk Indonesia Maju

83

Saat ini Indonesia sudah memasuki era Bonus Demografi. Dimana sesuai hasil data sensus penduduk 2020 menunjukkan jumlah usia produktif jauh lebih besar. Dari data yang ada di BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan usia produktif (15-64 tahun)sebesar 70,72% untuk kelompok usia 65 tahun keatas sebesar 5,95%dan untuk kelompok usia muda (0-14 tahun) sebesar 23,33%. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Bonus Demografi” itu?

Berdasarkan istilah dari Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Population Fund (UNFPA)), Bonus Demografi adalah potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk, dimana proporsi usia kerja (15-65 tahun) lebih besar daripada proporsi bukan usia kerja (0-14 tahun dan > 65 tahun). Kondisi ini dapat terjadi ketika angka kelahiran dan angka kematian menurun pada suatu negara, dimana hal ini menyebabkan usia non-produktif (014 tahun) menurun dan penduduk usia kerja dapat hidup lebih lama untuk menghasilkan potensi pertumbuhan ekonomi. Secara angka, terjadinya Bonus Demografi dapat diukur dengan menurunnya rasio ketergantungan di suatu negara yang berarti proporsi usia produktif di negara tersebut meningkat.

Namun, Bonus Demografi tidak dapat serta merta terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif besar, melainkan harus diiringi dengan peningkatan produktivitas dari penduduk usia kerja tersebut. UNFPA menyatakan bahwa suatu negara dapat menikmati Bonus Demografi ketika setiap orang menikmati kesehatan yang baik, pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang layak, dan kemandirian anak muda. Kondisi ini dapat terjadi ketika suatu negara yang memiliki potensi jumlah penduduk tersebut juga memiliki kebijakan yang baik.

Setiap negara pasti melalui era Bonus Demografi dan ini hanya terjadi sekali dalam sejarah suatu bangsa. Apabila suatu negara tidak siap dalam menghadapi bonus demografi, maka yang terjadi justru adalah bencana demografi, salah satunya angka pengangguran yang tinggi dimana dapat menimbulkan potensi konflik sosial. Negara-negara di Asia, termasuk Indonesia saat ini sedang berada dalam era Bonus Demografi.

Baca Juga :   Mengalirkan Nilai Pancasila Melalui Konsep Kepemimpinan Jawa Sebagai Upaya Membangun Indonesia Emas Tahun 2045

Jika kita melihat fakta yang ada saat ini, bahwa Indonesia sudah diperhadapkan pada era Bonus Demografi, maka kita diperhadapkan pada dua pilihan yaitu: dapat menikmati Bonus Demografi ataukah kita harus menghadapi Bencana Demografi? Tentu kita akan sepakat untuk dapat menikmati Bonus Demografi itu. Lalu apakah yang bisa kita perbuat? Hanya berpangku tangan dan menyerahkan permasalahan tersebut kepada pemerintah, atau kita sepakat untuk bisa mengambil peran berkontribusi di dalam menghadapi fenomena tersebut?

Dalam kesempatan ini, penulis mengajak kita semua generasi bangsa Indonesia sepakat mengambil peran untuk bertindak melakukan sesuatu dalam menghadapi era Bonus Demografi tersebut. Dan inilah saatnya. Karena tentu kita tidak mau negara kita mengalami keterpurukan akibat Bencana Demografi tersebut.

Seperti yang saat ini penulis lakukan bersama dengan teman-teman yang terwadahi dalam komunitas “Membangun Generasi Emas” yang disingkat MGE. Dalam komunitas MGE ini, penulis yang berlatar belakang pendidikan Psikologi bersama dengan teman-teman melakukan kegiatan yang berbasis pada Pengembangan Sumber Daya Manusia. Visi dari MGE adalah “Membangun Generasi Emas yang Tanggap, Tangguh dan Terampil”.

Dalam Visi tersebut mengandung makna perlunya kita bersama menyiapkan generasi yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi (Tanggap), memiliki mentalitas dan semangat juang yang tinggi (Tangguh) serta memiliki keterampilan atau keahlian yang bisa menjadi kekuatan untuk membangun pribadi yang mandiri (Terampil). Sesuai Visi tersebut, MGE bergerak melakukan pembinaan kepada anak-anak dengan memberikan layanan konseling, bimbingan belajar dan kegiatan edukasi lainnya.

MGE juga menjangkau kepada anak-anak jalanan dengan melakukan pembinaan, membimbing mereka untuk melanjutkan sekolahnya melalui PKBM dan juga pendidikan vokasi. Semua ini kami lakukan dengan tujuan untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa yaitu membangun generasi emas dalam rangka menghadapi Bonus Demografi yang mau tidak mau, suka tidak suka harus kita hadapi. Dan inilah kenyataan yang tidak bisa kita hindari. Bersama kita siapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas guna mewujudkan Indonesia Maju.

Baca Juga :   Dion Ajak Masyarakat Hijaukan Bumi

Dengan apa yang penulis sudah sampaikan, kiranya ini bisa menginspirasi bagi kawula muda di seluruh Indonesia. Saatnya kita semua membangun kepedulian untuk kepentingan bangsa dan negara kita tercinta Indonesia. Jangan kita menjadi manusia yang baperan, tetapi marilah kita menjadi manusia yang bisa berperan bagi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta Indonesia. 

Dari kota Semarang Jawa Tengah, penulis dengan teman-teman komunitas MGE (Membangun Generasi Emas) bergerak dan akan terus bergerak untuk Indonesia Maju.

Penulis: Widya Ayu Sapitri, S.Psi., M.H

83 COMMENTS

  1. Membaca esai berjudul “Bergerak Untuk Indonesia Maju” ini memberi inspirasi utk kita bergerak bersama membangun kepedulian terhadap Generai Bangsa Indonesia. Tks utk inspirasi & motivasi dari penulis esai tersebut 👍🇲🇨❤️

  2. Terus bergerak maju bagi generasi muda agar dapat menciptakan generasi emas di tahun2 yg akan datang……. Semangat……

  3. Terus bergerak maju bagi generasi muda agar dapat menciptakan generasi emas di tahun2 yg akan datang……. Semangat……

  4. Mari kita wujudkan Generasi Emas yang tanggap, tangguh dan terampil utk siap BERPERAN bukan BAPERAN.
    Trimakasih kakak utk inspirasinya 👍

  5. Pahlawan jaman now adalah pemuda/i yang tidak galau dengan perubahan jaman, tapi yang terus bergerak mencari-menjadi solusi & inspirasi bagi sekitarnya.

    Essay yang sangat inspiratif, terlebih dibaca pada era pandemi ini.
    Menikmati bonus demografi atau menghadapi bencana demografi?
    Pertanyaan retorik yang seharusnya dijawab dengan laku pragmatis.
    Dalam setiap krisis selalu tersimpan peluang, harus cari terobosan atau jalan keluar untuk menangkap peluang tsb (Wei Ji).

  6. Mari kita wujudkan Generasi Emas yang tanggap, tangguh, terampil dan bisa sejajar dengan pemuda2 negara maju.

  7. Saya setuju👍
    Kita harus bersama-sama serius bergerak menyiapkan SDM generasi muda kita utk siap menghadapi Bonus Demografi menuju Indonesia Maju.

  8. Esai yang “menggelitik”, jangan sampai kita melewatkan kesempatan emas untuk memajukan bangsa ini melalui momentum bonus demografi.

  9. Mantap, sangat inspiratif sekali. Mari bergandengan tangan untuk bergerak bersama. Dimulai dari sekarang dan bukan besok.

  10. Sebuah tulisan Esai yg disajikan dengan bahasa yg sederhana namun inspiratif dan mampu menyadarkan kita akan perlunya kepedulian bersama dalam menyikapi sebuah moment yg mau tidak mau harus kita hadapi yaitu Bonus Demografi. Apa yg telah dilakukan penulis dengan Membangun Generasi Emas (MGE) bisa menjadi sumber inspirasi bagi kaum intelektual muda utk juga bisa berperan & bergerak bagi Indonesia Maju. Good Job.

  11. Esai yg sangat inspiratif, tulisannya mudah dipahami dan tidak membosankan untuk dibaca.. Gagasan yg cerdas dan sangat menginspirasi..

  12. Semangat yang patut ditularkan buat anak muda sekitar. Mungkin perlu sosialisasi lebih intens supaya yang lain bisa lebih mengenal dan lebih mendukung. Tetap semangat!!!

  13. Esainya bagus, kalimatnya mudah dipahami dan sangat menginspirasi 👍
    Semoga dengan adanya esai ini dapat memacu para pembaca agar dapat lebih peka terhadap lingkungan sosial di masyarakat .