10 ASN Meninggal Karena Covid-19, Sri Mulyani Serahkan Tali Asih

0
Sri Mulyani menyerahkan tali asih kepada keluarga ASN

Kabupaten Klaten – Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani bersama Organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Klaten menyerahkan tali asih kepada ahli waris aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Klaten yang meninggal dunia karena Covid-19. Penyerahan santunan tersebut dilaksanakan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Senin (11/01/2021).

10 ASN yang meninggal dunia karena terkena Covid-19 di antara dari 3 pejabat eselon II dan IV di lingkungan Pemkab Klaten, 3 tenaga kesehatan termasuk seorang kepala puskesmas, 3 tenaga guru, dan seorang staf teknis.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan tali asih ini merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan pemerintah kepada keluarga korban, dalam kondisi musibah Covid-19 seperti saat ini pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia Kabupaten Klaten berusaha tetap bisa membantu dan diharapkan bisa meringankan beban duka keluarga yang ditinggalkan minimal ada perhatian dari pemerintah walaupun jumlahnya tidak besar. Bantuan dari KORPRI ini total senilai 50 juta yang diserahkan kepada 10 ahli waris.

“Semoga almarhum dan almarhumah yang meninggal dunia segala amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT, dan semoga seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Klaten diberikan kesehatan dan dapat melanjutkan perjuangan para ASN yang telah gugur,” ungkap Sri Mulyani.

Sri Mulyani menyerahkan tali asih kepada keluarga ASN

Selain itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Klaten tersebut juga menyerahkan bantuan logistik kepada para relawan pemusaran jenazah pasien Covid-19 dari Pemkab Klaten dan Korpri berupa uang senilai Rp. 318.460.000 untuk seluruh relawan, namun para relawan menolak dan menghendaki bantuan diberikan dalam bentuk logistik dan alat perlindungan diri (APD) guna untuk mendukung tugas sosial yang sampai saat ini masih terus tim relawan lakukan.

Baca Juga :   Bupati Tiwi: Pentingnya Menjaga Komunikasi Efektif Bersama Keluarga

“Terima kasih para relawan Kabupaten Klaten yang telah berjuang untuk pemusaran dan pemakaman jenazah Covid-19. Sebagai tanda penghormatan kami rencananya akan berikan uang tapi karena kebaikan, kemuliaan dan ketulusan dari saudara-saudaraku relawan uang itu ditolak dan diberikan logistik saja untuk menjaga stamina,untuk operasional, juga untuk APD dan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa saudara-saudara adalah relawan-relawan yang tidak ingin diberikan bayaran karena itu mungkin akan menodai niat baik untuk menolong sesama,” ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan, “Kondisi saat ini di Kabupaten Klaten belum aman dari Covid-19 dengan adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ini saya berharap kepada seluruh pihak meningkatkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan nantinya operasi yustisi penegakan protokol kesehatan untuk digalakkan kembali,” pesannya.

Koresponden: Wawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here