MINORITAS TAPI MEMIMPIN

0
234
Sedekah laut di Pantai Desa Morodemak Demak. Pesta yang biasa diadakan seminggu setelah Lebaran ini ramai dikunjungi wisatawan. (Dok. Antara Photo)

Meski hanya mempunyai 8 kursi, Fraksi PDI Perjuangan menempati posisi-posisi strategis di DPRD Kabupaten Demak. Kuncinya: memaksimalkan fungsi agregasi/lobi.


H.S. Fahrudin Bisri Slamet, Ketua
DPC PDI Perjuangan Kabupaten
Demak, yang juga menjabat Wakil
Ketua DPRD Kabupaten Demak. (Foto: Ferry Eko AP.)

Dari 50 kursi yang ada di DPRD kabupaten Demak, fraksi PDI Perjuangan hanya menguasai sekitar 16 % kursi. Tapi dalam prakteknya, Fraksi PDI Perjuangan bisa menduduki posisi yang strategis dalam susunan lembaga dewan, mulai dari posisi Wakil Ketua Dewan, satu orang Ketua Komisi, 2 orang Wakil Ketua Komisi, dan 2 orang Sekretaris Komisi. “Untuk kepemimpinan dalam dewan kita harus bisa menggandeng salah satu partai terkuat/terbanyak dalam perolehan kursi, lebih banyak partai yang kita ajak koalisi atau kita rangkul, maka kita akan gampang untuk memasukkan anggota kita dalam kepemimpinan dewan,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak H.S. Fahrudin Bisri Slamet.

Sejumlah pihak menyebutkan prestasi Fraksi PDI Perjuangan Demak itu tidak bisa lepas dari peran dan arahan ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Demak yang juga menjabat wakil ketua DPRD. “Dengan komposisi ini, Fraksi PDI Perjuangan bisa membuat banyak masukan dalam pembangunan di Kabupaten Demak,”ungkap Fahrudin Bisri Slamet yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Demak.

H.S. Fahrudin Bisri Slamet, SE yang biasa dipanggil Slamet ini mulai berkecimpung di dunia politik mulai dari tahun 1997. Ia merintis karier politik dari Ranting di Desa Bandungrejo, kemudian menjadi pengurus PAC kecamatan Mranggen pada tahun 2001. Sembilan tahun kemudian Slamet dipercaya menjadi Sekretaris DPC. Slamet terpilih sebagai anggota DPRD sejak 2004. Pada 2015, ia terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Demak. “Bergabung dengan PDI Perjuangan adalah Panggilan jiwa saya, tanpa syarat “ kata Slamet kepada koresponden Derap Juang Demak.

Sebelum “menguasai” alat kelengkapan dewan, Slamet mensolidkan pilar legislatif partai. “Fraksi harus solid, baik itu keputusan maupun pendapat, menyamakan persepsi dalam tubuh partai, karena kekompakan dan kerukunan fraksi sangat mempengaruhi kebijakan yang akan diusung partai dan hal ini bisa mempengaruhi fraksi lain,” ujar Slamet.

Baca Juga :   Konsolidasi 3 Pilar PDI Perjuangan Kabupaten Klaten

Menurut Slamet, untuk membuat fraksi jadi solid dan kompak butuh konsolidasi terus-menerus. “Ada pertemuan rutin, yang dilakukan baik itu bersifat formal di ruangan Fraksi maupun non formal, atau sambil minum kopi di mana saja,”ungkap Slamet. Fraksi PDI Perjuangan juga rutin memonitor kerja anggota agar bisa sesuai dengan TUPOKSI nya dan berkoordinasikan dengan Pimpinan Dewan.

Kelar urusan konsolidasi internal, fraksi PDI Perjuangan mulai melirik isu-isu eksternal. Slamet menyatakan: “Kalau di dalam nya kita sudah baik maka ke luarnya pun kita akan baik, setiap ada kebijakan dari Eksekutif yang kurang baik, kita selalu berkomunikasi dan rembugan dengan fraksi lain, yang mempunyai ideologi dan pandangan yang sama dengan kita. Anggota Fraksi juga dituntut agar bisa berfikir kreatif dan bisa jadi leader, jangan hanya menjadi follower saja dalam setiap kebijakan yang bersifat pro-rakyat sehingga fraksi PDI Perjuangan bisa berkesan di hati rakyat.’

Masjid Agung Demak

Untuk menjadikan Fraksi PDI Perjuangan sebagai leader dalam penentuan kebijakan, Slamet dan anggota fraksinya rajin menjalin lobi dengan fraksi lain dan pihak eksekutif. Prinsip Slamet dalam lobi-lobi politik adalah: “ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake.”


Betonisasi jalan di depan Pasar Bintoro Demak. (Foto: Harian Semarang)

Sinergi Pilar Legislatif dan Struktur Partai Struktur Partai 

Sinergi Pilar Legislatif dan struktur partai di Demak terbukti mampu memuluskan kebijakan-kebijakan pro-wong cilik. Salah satunya adalah proyek pembangunan Pasar Mranggen. PDI Perjuangan mengusulkan agar pembangunannya murni menggunakan APBD sehingga harga kios bisa ditekan. “Agar masyarakat bisa memiliki kios yang ada di pasar Mranggen, kios di pasar Mranggen tidak hanya dikuasai oleh pemodal saja,tapi juga masyarakat kecil yang dulu pernah jualan di komplek pasar Mranggen,”ujar Slamet.

Usulan itu hasil penjaringan Fraksi dan struktur partai dari aspirasi akar rumput. “Kita melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat yang ada di akar rumput dengan melakukan pertemuan formal dan informal,”ungkap Slamet.

Baca Juga :   DPC PDI Perjuangan Kota Magelang Gelar Rapat 3 Pilar

Untuk menandakan PDI Perjuangan hadir di masyarakat, struktur partai di Demak mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh akar rumput, ikut membantu langsung apa yang menjadi kendala di lapangan seperti dalam pembuatan E-KTP, memberikan bantuan angkutan untuk warga yang sakit dan sebagainya.

Kerja – kerja struktur DPC PDI Perjuangan Demak diamini oleh sejumlah pengurus Anak Cabang. “Pak Slamet orangnya bisa dipegang pernyataan atau janjinya,” kata Sudarno salah satu ketua PAC. Pengurus Anak Cabang lainnya, Puadi menyatakan menyatakan bahwa Mas Slamet figur yang mudah dikontak sehingga jika terjadi situasi di lapangan mudah berkoordinasi.

FERRY, KORESPONDEN DEMAK