Tekan Angka Covid-19, Sri Mulyani: Program Jogo Tonggo Harus Terus Digencarkan

1

Kabupaten Klaten – Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani bersama Kepala Desa se-Kab. Klaten menggelar acara rembug. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual, di Kantor Pemerintah Kab. Klaten, Senin (2/8/2021).

Hj. Sri Mulyani menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kab. Klaten. Dalam hal ini Hj. Sri Mulyani menyampaikan, bahwa tren kasus Covid-19, mingguan dan bulanan mengalami penurunan. Namun angka kematian yang terjadi di Kab. Klaten akibat Covid-19 masih cukup tinggi, karena berbagai kendala, seperti pasien yang menolak untuk dibawa ke rumah sakit, pasien dengan komorbid, keterlambatan rujukan yang mengakibatkan pasien meninggal ketika tiba di IGD, serta kekurangan tempat tidur di rumah sakit.

Acara rembug yang diselenggarakan oleh Pemkab Klaten bersama Kepala Desa se-Kab. Klaten, dilaksanakan secara virtual

“Perkembangan Covid-19 di Kab. Klaten, terdapat 189 kasus positif, dibuktikan dari hasil 138 antigen dan 51 PCR di Kab. Klaten. Selain itu, angka kumulatif kasus Covid-19 sebanyak 29.202, yang terdiri dari 24.168 sembuh, 2.856 dirawat baik di rumah sakit, maupun isolasi terpusat, serta sebanyak 2.178 meninggal dunia,” tuturnya.

Hj. Sri Mulyani juga mengintruksikan, agar penerapan program jogo tonggo di masyarakat terus ditingkatkan dan digencarkan, demi menekan angka penyebaran Covid-19. Selain itu, Pemkab Klaten juga melakukan operasi yustisia Covid-19.

Hj. Sri Mulyani juga mengucapkan terimakasih kepada Camat, Puskesmas, serta Kepala Desa, yang telah bekerja keras dalam menekan penurunan angka Covid-19, serta terus menjalankan peran jogo tonggo di masyarakat. Hj. Sri Mulyani juga mengikuti webinar, terkait penanganan Covid-19 bersama dengan Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19 Indonesia, Wiku Adisasmito.

Dalam webinar tersebut, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan, bagi seluruh wilayah, terutama di wilayah Jawa-Bali, agar dapat mengoptimalkan empat fungsi pos komando (posko) Covid-19, antara lain penyemprotan disinfektan, pembubaran kerumunan, menegur kegiatan kerumunan, serta melakukan tracing.

Koresponden : Wawan

Baca Juga :   Gelar Reses, Lusia Siapkan Program Khusus Pemberdayaan Masyarakat Desa

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here