Struktural Ranting Giyono Sukses Bangun Usaha Melalui Kemitraan

0
Struktural Ranting Giyono, Sutrisno

Kabupaten Temanggung – Bertempat di Giyono, Jumo, seorang struktural Ranting PDI Perjuangan setempat bernama Sutrisno membangun kemandirian ekonomi yang bergerak di bidang kuliner berupa tempe bungkil. Usaha yang digelutinya ini tidak murni diproduksinya sendiri, tetapi dengan membangun kemitraan dengan usaha yang berada di Semarang dan Jogjakarta.

Usaha yang dikelolanya ini telah berjalan lebih dari sepuluh tahun serta mampu untuk menembus berbagai pasar di wilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta. Hal ini tidak terlepas dari jaringan kemitraan yang sangat kuat serta mampu menciptakan luasnya pangsa pasar. Khusus di Kabupaten Temanggung sendiri, Sutrisno menuturkan jikalau permintaan pasar terkadang tidak bisa terakomodasi secara maksimal. Hal ini diharapkan kuantitas produksi yang masih terbatas dikarenakan sumber daya yang dimilikinya belum maksimal.

Lebih lanjut, Sutrisno ini juga mempunyai sebuah cita-cita untuk melibatkan masyrakat setempat dalam usahanya. Hal ini dikonsepsikan dalam rangka membuka lapangan kerja sehingga masyarakat bisa mendapatkan penghasilan dari usaha yang digelutinya guna mencukupi kebutuhan hidup.

Struktural Ranting Giyono, Sutrisno

Keterlibatan masyarakat dalam usaha ini nantinya akan diskemakan dengan sistematis, sehingga output-nya bisa optimal serta mampu mengcover tingginya permintaan pasar. Di sisi lain, masyarakat nantinya juga akan dibekali dengan kemampuan dan keterampilan khususnya dalam pengelolaan produksi tempe bungkil ini termasuk bagaimana membuka kemitraan, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha baru.

Kini usaha yang dijalankan oleh Sutrisno ini mampu meraup keuntungan hingga tiga juta per bulan. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras serta konsistensi dalam menjalankan usaha sehingga mampu beradaptasi dengan konstelasi zaman serta persingan pasar yang kompetitif.

“Usaha yang baik dimulai dengan niat dan semangat. Kedua hal ini adalah faktor utama membentuk kerja keras yang terinternalisasi dalam diri. Besarnya modal tidak menjamin keberhasilan usaha, oleh karenanya seseorang yang memulai langkah kewirausahaan tentu haris belajar sistem management yang benar,” papar Sutrisno saat ditemui, Senin (26/04/2021).

Baca Juga :   Budhi Setiawan: Pemudik Masuk Banyumas Harus dipantau Secara Ketat, Namun Tetap Manusiawi

koresponden: ENggar dan Zidan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here