Sri Sumarni Cek Lapangan Pasca Kenaikan Harga BBM

0
Foto: Bupati Grobogan, Sri Sumarni tinjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisonal

Kabupaten Grobogan – Sri Sumarni, Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Grobogan dengan didampingi Forkompimda melakukan pemantauan harga di Pasar Induk Purwodadi. Hal ini dilakukan pasca informasi adanya kenaikan harga BBM Subsidi.

Kamis (08/09/2022), nampak pada kesempatan itu Sri Sumarni didampingi Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan dan Wakil Ketua DPRD Moch. Fatah menyempatkan berdialog dengan beberapa pedagang di pasar.

Foto: Bupati Grobogan, Sri Sumarni tinjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisonal

Saat mendatangi pedagang beras di salah satu kios di Pasar Induk Purwodadi, Bupati Sri Sumarni mendengar penjelasan pedagang yang mengatakan ada kenaikkan harga beras, khususnya sesaat setelah terjadi kenaikan harga BBM.

“Apa ada kenaikan harga (beras) setelah harga BBM Subsidi naik,” tanya Bupati kepada pedagang.

“Ada bu, kenaikkannya antara Rp. 200 hingga Rp. 400 per kilogram untuk beras biasa. Sedangkan untuk beras kualitas super kenaikan harganya bisa mencapai Rp. 1.000 per kilogramnya,” ujar pedagang.

Tak hanya berhenti di pedagang beras saja, Bupati dan rombongan mendatangi pedagang cabai di sisi Barat Pasar Induk Purwodadi. Ketika ditanyakan harga cabai, Bupati kaget ketika mengetahui harga cabai keriting kenaikkannya hampir 100 persen. Di mana harga semula Rp. 45.000 per kilogram naik menjadi Rp. 80.000 per kilogram.

“Iya kenaikkannya cukup tinggi untuk harga cabai kriting, karena pasokannya dari luar daerah. Sehingga butuh biaya transportasi juga,” kata Bupati.

Lebih lanjut Politisi PDI Perjungan itu mengatakan, kendati ada kenaikkan harga cabai keriting cukup tinggi, namun cabai rawit hijau stabil. Karena tidak dipasok dari luar daerah, namun dari petani cabai lokal Grobogan.

Selain meninjau pasar, untuk memantau perkembangan pasca kenaikan harga BBM subsidi di Grobogan, Bupati bersama rombongan juga memantau SPBU Nglejok. Di sana terdapat antrian sepeda motor cukup panjang di mesin pengisian bensin Pertalite. Hal ini karena pihak SPBU hanya membuka satu mesin saja dan melakukan pendataan.

Baca Juga :   Mas Rimo Tak Lelah Serap Aspirasi Masyarakat

“Untuk antrian sepeda motor, kita sudah meminta pengelola SPBU untuk membuka lebih dari satu mesin pengisian. Namun secara stok baik itu BBM maupun kebutuhan pokok, di Grobogan masih aman,” pungkasnya.

Koresponden : Nanang – Faisal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here