Seminar HUT, Aktualisasi Penguatan Ideologi Bangsa untuk Milenial

1
Foto: Seminar HUT PDI Perjuangan di Jawa Tengah

Kota Semarang – Pelestarian kebudayaan perlu dikampanyekan secara masif, terutama pada pemuda, karena masa depan kebudayaan di tangan pemuda. Sebagaimana kita ketahui, pemuda adalah individu-individu yang sedang berkembang baik secara fisik maupun emosional.

Menyikapi hal ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah menggelar Seminar bertajuk “Peran Pemuda dan Perkembangan Kebudayaan di Masa Covid 19”. Seminar yang berlangsung di Panti Marhaen Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah ini begitu atraktif, tidak hanya berlangsung secara luring, namun juga daring via Streaming Youtube DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

Foto: Moderator dan Pemateri dalam Seminar

Sabtu (27/2/2021), hadir sebagai pemateri Seminar adalah Budayawan DR. M. Sobari, Kepala Badan Kebudayaan Nasional DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah DR. Danang Priatmojo, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid, serta Ketua DPC GMNI Kota Semarang Desmond Tampubolon. TIdak ketinggalan, Seminar yang dikemas begitu Milenial namun tetap berkepribadian dalam kebudayaan ini dimoderatori oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Sri Ruwiyati.

Dalam Seminar tersebut, salah satu narasumber, yakni DR. Danang Priatmodjo menjelaskan terkait bagaimana sikap sejati generasi muda harus seharusnya mempersiapkan diri di Era Disrupsi dengan beranjak memperbaiki tatanan yang ada, serta menguatkan identitas jati diri Bangsa.

“Tantangan Nasional, yaitu merebahnya intoleransi dan radikalisme. Sehingga sudah seharusnya para pemimpin sering kali menyatakan tentang anggapan kelompok yang tidak sepaham dengan kelompoknya, dan dianggap salah serta keluar jalan,” ungkap DR. Danang Priatmodjo.

Sehingga melihat realitas itu memang yang seharusnya digaungkan saat ini adalah kembali memunculkan semangat “NKRI Harga Mati” di kalangan Milenial. Hal ini karena ketika tidak disikapi secara cepat dan tepat hanya akan menjadikan kemunduran rasa Nasionalisme dan menunjukkan ancaman eksistensi NKRI dengan rakyat terkotak-kotak.

Baca Juga :   Bertemu President Chamber of Deputies Italia, Puan Maharani Bahas Hubungan Bilateral

Sementara itu, Ketua GMNI Kota Semarang, Desmond Tampubolon menyampaikan bahwa para pemuda bisa mengingat kembali kemerdekaan yang dirasakan saat ini merupakan hasil dari perjuangan para pemuda masa itu.

“Dalam kondisi kita menghadapi Era Revolusi 4.0, banyak pemuda Indonesia yang mampu beradaptasi dengan cepat. Salah satu contoh adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini, yaitu bapak Nadiem Makarim yang merupakan bukti bahwa pemuda Indonesia mampu membuat suatu terobosan dalam menghadapi tantangan zaman,” tegas Desmond.

Sehingga kesimpulan daripada giat ini adalah sudah seharusnya masa Pra Kemerdekaan disikapi bijak oleh Milenial saat ini. Hal ini karena pada zaman itu para pemuda bersusah payah merumuskan Teks Proklamasi, hingga dapat mencapai kemerdekaan. Hal tersebut sebagai bukti, bahwa pemuda atau yang saat ini familiar disebut Milenial untuk dapat memiliki peranan yang sangat besar dalam membawa perubahan Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

Tim Editor

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here