Samuel Wattimena Dorong Kendal Jadi Tempat Wisata Tanpa Resiko Bencana

11
Samuel Wattimena
Foto: Samuel Wattimena (Tengah) Bersama dengan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permansari dalam Agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyiapan Strategi Mitigasi Risiko dan Keselamatan Destinasi Pariwisata di Kabupaten Kendal, Jumat (01/05/2026).

Kabupaten Kendal – Keamanan dan keselamatan rakyat, khususnya para wisatawan, harus selalu menjadi prioritas utama dalam sektor pariwisata. Menyadari hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, secara tegas menginstruksikan para pegiat pariwisata di Kabupaten Kendal untuk memperkuat literasi dan kesadaran terkait mitigasi kerawanan bencana.

Instruksi krusial ini ditekankan oleh Samuel saat membuka secara resmi agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyiapan Strategi Mitigasi Risiko dan Keselamatan Destinasi Pariwisata di Kabupaten Kendal, pada Jumat (1/5/2026).

Politisi yang turut membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini mengingatkan bahwa tujuan utama wisatawan adalah mencari pengalaman yang menyenangkan.

Jika aspek mitigasi diabaikan, dampaknya tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga akan menghancurkan citra pariwisata daerah.

“Bila tidak peduli keselamatan, maka kesenangan akan menjadi musibah. Namun, saya optimistis risiko keselamatan di suatu objek wisata bisa dikurangi, bahkan ditiadakan, melalui peningkatan literasi tentang mitigasi,” tegas Samuel di hadapan para peserta Bimtek.

Lebih jauh, Samuel menyoroti karakteristik geografis Kabupaten Kendal yang dianugerahi potensi wisata lengkap, membentang dari kawasan pesisir pantai di utara hingga dataran tinggi pegunungan di selatan.

Karakteristik yang beragam ini tentu membawa potensi risiko bencana yang berbeda pula. Oleh karena itu, ia mendorong terciptanya komunikasi dan sinergi yang kuat antar-pemangku kepentingan (stakeholders) untuk merawat ekosistem wisata yang aman.

Bupati Kendal: Keselamatan Adalah Harga Mati

Pesan senada dan dukungan penuh juga disuarakan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Sebagai kepala daerah, ia sangat memahami peta kerawanan wisata di wilayahnya.

Bupati Dyah memaparkan bahwa saat ini Kabupaten Kendal ditopang oleh 38 destinasi wisata unggulan, yang secara rinci terdiri dari 19 objek wisata alam dan 19 objek wisata buatan.

Ia memberikan atensi khusus pada banyaknya destinasi wisata yang berbasis air, yang menurutnya membutuhkan standar kewaspadaan ekstra.

“Kesiapsiagaan dan keselamatan adalah harga mati, terutama risiko di destinasi wisata air,” tandas Bupati Dyah dengan tegas.

Sebagai langkah nyata, orang nomor satu di Kendal tersebut langsung menginstruksikan seluruh jajaran pengelola destinasi wisata untuk berbenah.

Ia menuntut adanya peningkatan literasi keselamatan bagi para staf di lapangan, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur pendukung yang mumpuni agar respons cepat dapat langsung dilakukan apabila terjadi situasi darurat atau kecelakaan.

Tim Editor

11 COMMENTS

Leave a Reply to socolive trực tiếp Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here