Pemkab Semarang Berhasil Tingkatkan Hasil Pertanian dengan Konsep Pemurnian Tanah

0

Kabupaten Semarang – Pemerintah Kabupaten Semarang sukses meningkatkan hasil pertanian bumi serasi di 16 kecamatan demplot padi. Hal itu tak lepas dari program pemurnian tanah yang di usung oleh Pemerintah Kabupaten Semarang, Rabu (25/1/2023).

Program demplot padi di Kabupaten Semarang saat ini terdapat 16 hektare yang berada di 16 kecamatan. Sedangkan, untuk lahan yang berada di dataran tinggi non sawah sudah berjalan di 100 hektare untuk pemurnian tanah.

Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., memastikan, Pemkab Semarang akan melanjutkan program pemurnian tanah pertanian tersebut untuk mendukung kesejahteraan petani. Para petani akan terus didorong menggunakan pupuk organik untuk memgembalikan kesuburan tanah. Sehingga produksi hasil pertanian dapat meningkat.

Ngesti Nugraha menghadiri Panen Demplot Padi milik kelompok tani “Tani Makmur 1”, Dusun Krajan, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu.

Ngesti Nugraha, saat dijumpai di Panen Demplot Padi milik kelompok tani “Tani Makmur 1”, Dusun Krajan, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, mengungkapkan, konsep pemurnian tanah tersebut dengan cara mengurangi penggunaan pupuk kimia. Di mana sebelumnya, penggunaan pupuk kimia di satu hektar sebesar 250 kilogram, namun dengan adanya pemurnian tanah tersebut penggunaan pupuk kimia berkurang menjadi 130 kilogram.

“Artinya, sudah terdapat pengurangan 120 kilogram penggunaan pupuk kimia. Nantinya pupuk kimia tersebut akan digantikan oleh pupuk organik yang memanfaatkan limbah kotoran hewan ternak, ” ungkap Ngesti Nugraha, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Semarang.

Program pemurnian tanah di lahan pertanian padi ini sudah menghasilkan sekitar 1,2 ton setiap panennya. Hal tersebut diharapkan, dapat meningkat di panen-panen selanjutnya.

“Harapannya, secara bertahap kita akan mengupayakan tidak ada penggunaan pupuk kimia, agar hasil padi yang dipanen menjadi beras organik yang sehat, sehingga harga berasnya bisa menjadi tinggi, ” imbuhnya.

Baca Juga :   Mulyadi: Asas Gotong Royong Wujudkan Pembangunan

Ngesti Nugraha juga berharap, dengan konsep tersebut dapat meningkatkan pendapatan para petani, serta menjadikan petani sejahtera dan makmur, sehingga dapat mendorong kaum muda yang saat ini jarang menekuni dunia pertanian akan tertarik dan menekuni dunia pertanian.

Koresponden : Black

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here