Pasca Hujan Ekstrim, Hendi: Banjir Sudah Mulai Surut

1
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menemui korban banjir

Kota Semarang – Banjir di Kota Semarang mulai surut, khususnya di Kawasan Kota Lama. Namun di beberapa tempat masih terlihat menyisakan genangan. Walikota Semarang, Hendrar Pribadi mengatakan beberapa titik yang masih tergenang yaitu Kecamatan Genuk ada di Kelurahan Kaligawe, Genuksari, Muktiharjo Lor. Kemudian di Kecamatan Pedurungan ada di Tlogosari Kulon, Muktiharjo Kidul, Dempel, serta di daerah Semarang Barat, Purianjasmoro.

“Di Jalan Gajah, Cebolok Gayamsari masih ditutup warga karena air cukup tinggi,” kata Hendi, Minggu (7/2/2021).

Hendi mengatakan dari laporan per pukul 11.00 WIB, ketinggian genangan air bervariasi dan tertinggi 80 sentimeter di Kaligawe. Kemudian di Purianjasmoro yang warganya sempat dievakuasi, ketinggian air sekitar 30-50 sentimeter.

“Kota Lama yang seharusnya selesai urusan banjir sampai malam kemarin air tidak bisa keluar. Kali Semarang dan Kali Baru, Polder Tawang penuh jadi limpas lagi. Sampai semalam belum tuntas tapi tadi pagi lewat sudah surut,” ujarnya.

Hendi mengatakan pengungsi banjir di Semarang barat kini sudah mulai kembali ke rumahnya. Beberapa di antaranya memilih mengungsi di rumah saudaranya atau bahkan di hotel. Sedangkan di Genuk masih ada 2 pengungsian yang berisi 10-20 KK. Sementara pengungsi di Tlogosari Kulon, sebanyak 3 KK bersiap kembali ke rumah.

Hendi menyebut dari evaluasi banjir Semarang tadi malam, pihaknya berencana untuk meningkatkan kapasitas pompa air. Sebab perkembangan iklim dan cuaca ekstrim membuat pompa yang ada tak bisa mengatasi limpahan air. “Drainase harus diperbaiki, mungkin sudah tidak bisa menampung. Saluran dengan kapasitas besar jadi prioritas. Kemudian berharap normalisasi sungai termasuk tanggul laut dan jalan tol dari pemerintah pusat, sudah dimulai dari Demak, semoga tahun ini bisa dimulai yang di Semarang,” jelas Hendi.

Baca Juga :   Ade: Pencak Silat, Budaya Bangsa yang Mesti Dilestarikan

Selain banjir, Kota Semarang juga mencatat ada 27 titik longsor pada Sabtu (6/2/2021). Akibat peristiwa ini dua orang tewas tertimbun longsor di Jomblang, sementara dua orang meninggal akibat tersengat listrik saat banjir. Menurut Hendi, pihaknya saat ini masih berkoordinasi soal bantuan warga terdampak bencana banjir maupun longsor.

“Selebihnya untuk fisik dari longsoran kalau hujan sudah mulai mereda akan dibangun dengan dana tak terduga,” tegasnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here