Klaten Zona Merah, Sri Mulyani Tancap Gas Gelar Rakor Penanganan Kasus Positif Covid-19

0

Kabupaten Klaten – Kasus Covid-19 yang terjadi di Kab. Klaten mengalami peningkatan, Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani bersama Forkopimda Kab. Klaten langsung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat, Gedung Utama Setda Kab. Klaten, Senin (21/6/2021).

Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani menyampaikan, terdapat 5 kecamatan di Kab. Klaten dengan kasus Covid-19 tertinggi, yaitu Kecamatan Manisrenggo 89 kasus, Kecamatan Jogonalan 64 kasus, Kecamatan Klaten Utara 55 kasus, Kecamatan Trucuk 52 kasus,serta Kecamatan Gantiwarno 49 kasus. Angka pelonjakan yang cukup tinggi ini, mengakibatkan Kab. Klaten masuk zona merah. Hal ini harus segera dikendalikan.

Pemkab Klaten menggelar Rakor penanganan Covid-19 terkait lonjakan kasus Covid-19 di Kab. Klaten

“Penyebab lonjakan kasus Covid -19 di Kab. Klaten ini masih diselidiki, namun kami menegaskan, akan segera dilakukan pengupayaan kesiapan fasilitas penanganan bagi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan. Saya berharap kepada seluruh perangkat desa dan Camat, agar selalu memantau perkembangan Covid-19 di daerah masing-masing dan segera melapor apabila memerlukan bantuan darurat dari Pemerintah Kab. Klaten,” tuturnya.

Hj. Sri Mulyani menambahkan, dalam menangani lonjakan kasus Covid-19 ini, seluruh elemen harus bersinergi baik di tingkat Desa, Kecamatan, Pemkab Klaten, serta masyarakat, agar selalu berkomukasi dan berkoordinasi dengan baik. Meskipun saat ini tidak ada masalah terkait ketersediaan ruang isolasi di wilayah, namun ada kendala di masyarakat atau pasien Covid-19 yang tidak mau diisolasi secara terpusat. Meskipun demikian, apabila ada yang masih melanggar akan diambil secara paksa untuk dibawa ke ruang isolasi terpusat.

“Selain pemberlakuan PPKM Mikro, kami juga akan menerbitkan surat intruksi untuk Satpol PP dan Dinas Pariwisata terkait upaya penertiban protokol kesehatan, diantaranya, untuk kegiatan hajatan dibatasi, pedagang kuliner dan toko harus tutup jam 21.00 WIB, seluruh kegiatan sekolah ditiadakan. Selain itu, juga harus selalu melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, seperti pasar dan lain sebagainya,” pungkas Hj. Sri Mulyani, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Klaten.

Baca Juga :   Resik-Resik Posko dan Ngabuburit Ala Komunitas Juang Kabupaten Tegal

Koresponden : Wawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here