Kenang Peristiwa Kudatuli, Satgas DPD Partai Panjatkan Doa Bersama

0
Foto: Keluarga Besar Satgas Cakra Buana DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah

Kota Semarang – Sebagai satu perwujudan utuh mengenang peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996, Keluarga Besar Satgas Cakra Buana DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah menyelenggarakan doa bersama dan potong tumpeng.

Rabu (27/07/2022), bertempat di Panti Marhaen Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, refleksi tersebut dimaksudkan untuk menjadi sebuah pengikat kilas sejarah bagi kader PDI Perjuangan agar terus merawat memori awal.

Sebuah memori yang menurut Komandan Satgas DPD Partai, Bang Mulyadi menjadi simbol tonggak awal perjuangan Partai di dalam melawan dominasi rezim orde baru. Terlebih, melalui peristiwa ini yang kemudian menjadi pengingat frasa, ‘Satyam Eva Jayate’ yaitu kebenaran pada akhirnya akan berjaya atau menang.

Foto: Keluarga Besar Satgas Cakra Buana DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah

“Kita di sini semuanya bersyukur, bahwa PDI Perjuangan saat ini dapat tumbuh dan berkembang karena terus merawat memori tonggak awal perjuangannya. Sehingga untuk terus merawat hal itu, kita, Keluarga Besar Satgas Cakra Buana DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah mengadakan refleksi melalui doa bersama dan potong tumpeng,” jelas Komandan Satgas DPD Partai.

Bang Mul Kedek, sapaan akrab Komandan Satgas DPD Partai itu menambahkan, apabila refleksi ini tulus dan ikhlas dilakukan untuk mendoakan para arwah pahlawan Partai yang telah gugur pada peristiwa tersebut. Karena pada peristiwa tersebut, penyelidikan HAM menetapkan 5 orang tewas, 149 luka-luka, dan 23 lainnya hilang.

Karena memang perlu dipahami, bahwa kader PDI Perjuangan tak akan pernah lupa atas peristiwa berdarah di Kantor DPP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Sabtu, (27/07/1996) pagi itu. Peristiwa di mana barisan pendukung Megawati Soekarnoputri menjadi simbol perlawanan terhadap kekuatan rezim orde baru.

Baca Juga :   Purbalingga Bersholawat, Penutup Rangkaian Kegiatan Peringatan Bulan Pancasila

“Selain memanjatkan doa dan di sela-sela menyantap tumpengan bersama, kami semua guyub saling berdiskusi untuk mengulas bagaimana sejarah awal mulanya peristiwa Kudatuli. Hal ini dengan harapan untuk terus menancapkan memori berpikir kita atas sebuah kebenaran, serta untuk semakin menggugah spirit perjuangan kita sebagai kader Partai,” pungkasnya.

Tim Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here