Hendi: Pihak Swasta Bisa Bangun Aset Milik Pemkot Semarang

0
Walikota Semarang Hendrar Prihadi

Kota Semarang РPandemi Covid-19 membuat sejumlah rencana pembangunan tertunda. Sebab, anggaran pembangunan Pemkot Semarang dialihkan guna penanganan Covid-19. Karenanya Hendi melakukan berbagai upaya, mulai dari membuat skala prioritas yang lebih mengerucut, hingga memaksimalkan pola pembangunan dengan sistem swakelola.

Pada tahun 2021 ini, Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi menekankan komitmennya untuk kembali mengejar pembangunan di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, dengan partisipasi dari sektor privat, atau pihak swasta di Kota Semarang.

Hendi membuka peluang kepada semua pihak yang berminat turut membangun aset milik Pemerintah Kota Semarang, termasuk pada area publik. Menurut Hendi, berbagai pola kerjasama dapat terjalin antar Pemerintah Kota Semarang dengan pihak swasta, untuk meningkatkan agresifitas pembangunan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

“Kita mencoba menawarkan aset – aset milik pemerintah kota, untuk kemudian bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Untuk kegiatan investasi, boleh, ada model BOT (Build Operate Transfer) atau model sewa. Atau kemudian untuk program CSR, misalnya seperti pada taman di Jalan Menteri Supeno, juga di Jalan Pierre Tendean, juga boleh.” terang Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang tersebut.

“Nah, saya membuka pintu, sepanjang itu sesuai aturan, sesuai asas, mudah – mudahan di tahun ini bisa ada beberapa titik lagi yang bisa dikembangkan. Yang kemarin sudah berdiskusi lisan misalnya untuk taman Madukoro, ya itu boleh juga, tapi sampai hari ini belum ada keputusan jadi masuk program CSR atau tidak,” ungkapnya.

Menurut Hendi, dengan adanya partisipasi dari pihak swasta, maka beban anggaran pembangunan Pemerintah Kota Semarang bisa diringankan, sehingga bisa dialihkan pada pembangunan lain yang lebih prioritas.

Baca Juga :   DPC PDI Perjuangan Kota Magelang Memperingati Hari Pancasila dengan Cara Modern

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here