CKJ Temanggung Bangun Usaha Melalui Potensi Lokal Daerah

0
CKJ Temanggung, Agistinus Ferdinand Bangun Usaha Melalui Potensi Lokal Daerah

Kabupaten Temanggung – Dalam rangka mengoptimalkan potensi lokal daerah berupa komoditas kopi robusta, Agustinus Ferdinand Sanda Wijaya, seorang Calon Kader Juang Kabupaten Temanggung memulai langkah entrepreneurship-nya dengan membuka usaha bernama “SaptoSan”. Usaha yang dinaungi bersama keluarganya ini mengangkat teknik kearifan lokal dalam proses produksi bubuk kopi sehingga masyarakat bisa menikmati produk bercita rasa tradisional.

Alasan utama memulai langkah entrepreneur ini dikarenakan kesadaran yang tumbuh di dalam lingkup keluarga. Petani di Desa Nampirejo, Kecamatan Temanggung banyak menghasilkan komoditas kopi yang berkualitas serta mendapatkan daya tarik tersendiri bagi konsumen. Akan tetapi, langkah konvensional yang dilakukan oleh warga masyarakat setempat dalam mengelola biji kopi ini dinilai belum maksimal, karena dijual di pasar belum sebagai bahan siap pakai atau minimal barang setengah jadi.

Usaha kopi milik CKJ Kab. Temanggung, Agustinus Ferdinand

Akibat hal tersebut, masyarakat tidak bisa memperoleh potensi keuntungan besar dari komoditas kopi robusta ini. Berbekal keahlian keluarga dalam mengelola usaha dan keterampilan dalam mengelola biji kopi melalui pelatihan, maka produk dari SaptoSan tercipta dengan daya saing yang kompetitif.

Perpaduan antara teknik pengolahan berbasis kearifan lokal serta sentuhan modern dalam peracikan dan kemasan standpouch-nya membuat produk ini digandrungi oleh berbagai pihak. Selain itu, harga yang ditawarkan juga relatif murah diantara kisaran Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000 per ons-nya.

Usaha kopi milik CKJ Kab. Temanggung, Agustinus Ferdinand

“Usaha kami juga memiliki kontribusi positif bagi daerah, salah satunya adalah dengan menjadi sponsor kebudayaan lokal serta mampu menyerap tenaga kerja,” tutur pria dua puluh tahun yang kerap disapa Nanda ini.

Wilayah Thitang, Nampirejo ini diketahui mempunyai acara promosi produk lokal dan kebudayaan daerah yang dilaksanakan setiap selapan atau tiga puluh lima hari sekali dalam penanggalan Jawa. Usaha yang dinaungi Nanda ini selalu hadir dan berpartisipasi dalam mengembangkan khazanah kebudayaan dan peradaban masyarakat. Selain itu, Nanda juga selalu melibatkan masyarakat dalam proses produksi usaha ketika permintaan dari konsumen mengalami lonjakan yang signifikan.

Baca Juga :   Rustoyo Pimpin Upacara Peringatan HUT Republik Indonesia

Koresponden: Enggar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here