Bupati Wonosobo Berikan Arahan di Bulan Dana PMI

0
Foto: Bupati Wonosobo Menghadiri Acara Pencanangan Bulan Dana PMI dan Hari Adhyaksa Ke-62

Kabupaten Wonosobo – Pencanangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Wonosobo yang biasanya bertempat di Pendopo Bupati untuk tahun ini digelar di Desa Gadingrejo Kecamatan Kepil, Kamis (14/7/22).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Gadingrejo, Mugenonyang juga sebagai kader senior PDI Perjuangan Kepil, ia memberikan apresiasi positif dengan dijadikannya Desa Gadingrejo sebagai tempat Pencanangan Bulan Dana PMI Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Wonosobo.

Foto: Bupati Wonosobo Memberikan Sambutan

“Perlu kami sampaikan, bahwa status Desa Gadingrejo sebagai desa kemiskinan ekstrim sebenarnya bukan miskin absolut, bisa dilihat dari bangunan rumah yang rata-rata gedung permanen dan bertingkat, akan tetapi permasalahan serta indikatornya adalah capaian jamban sehat juga angka anak melanjutkan sekolah maupun stunting di mana masih ada 55 KK yang masuk kemiskinan ekstrim dan 24 anak yang teridentifikasi stunting. Untuk itu, saya mohon dukungan seluruh komponen masyarakat Gadingrejo untuk bersama-sama mengatasi masalah tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, kader PDI Perjuangan Kertek yang sekarang menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Wonosobo, Heru Setiyawan mengatakan bahwa Bulan Dana PMI sudah berlangsung setiap tahun sebagai cerminan budaya gotong-royong dan kemanusiaan di mana target Bulan Dana PMI Tahun 2022 Kabupaten Wonosobo adalah Rp. 1,7 M dan Bupati Wonosobo sebagai Ketuanya.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa Bulan Dana sudah berlangsung setiap tahun sebagai cermin budaya gotong-royong dan kemanusiaan di mana target Bulan Dana PMI Tahun 2022 Kabupaten Wonosobo adalah Rp. 1,7 M dan mendapuk Bupati Wonosobo untuk menjadi Ketua Bulan Dana PMI Tahun 2022 Kabupaten Wonosobo,” ungkap Heru.

Foto: Target Bulan Dana PMI Kabupaten Wonoboso Tahun 2022 Adalah Rp. 1,7 Milyar

“Target Bulan Dana PMIT Tahun 2022 Kabupaten Wonosobo yang mencapai Rp. 1,7 M bukan tanpa alasan, akan tetapi menyikapi terkait berubahnya cuaca ekstrim saat ini sehingga berdampak sejalan dengan meningkatnya kejadian bencana, sehingga membutuhkan pendanaan yang lebih serta sarana-prasarana dan operasional yang dibutuhkan,” tambah Heru.

Baca Juga :   Ridwan Hadiri Halal Bihalal GP Ansor Gringsing, Sekaligus Serahkan Bantuan

Pencanangan Bulan Dana PMI Tahun 2022 Kabupaten Wonosobo di Desa Gadingrejo dirangkai dengan Hari Adhyaksa Ke-62 Tahun 2022. Pada kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Wonosobo, Romy Arizyanto, S.H., M.H memberikan apresiasi Bulan Dana PMI Tahun 2022 Kabupaten Wonosobo yang berkolaborasi dengan Hari Adhyaksa Ke-62.

Disampaikan juga pada kesempatan itu oleh Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S. Ag yang menyambut baik pelaksanaan Pencanangan Bulan Dana PMI Tahun 2022 Kabupaten Wonosobo di Desa Gadingrejo bersamaan dengan Hari Adhyaksa Ke-62.

“Saya mengucapkan selamat Hari Adhyaksa Ke-62 Tahun 2022 kepada Kepala Kejaksaan Negeri Wonosobo beserta seluruh jajarannya. Semoga melalui Tema Hukum Humanis Menuju Pemulihan Ekonomi akan semakin memperkuat kolaborasi antara eksekutif dan yudikatif beserta seluruh elemen pemerintahan lainnya, baik POLRI, TNI, sampai dengan pemerintah desa, serta masyarakat, dan lain sebagainya untuk bersama-sama bergandengan tangan mendukung pemulihan ekonomi di Kabupaten Wonosobo pada masa Pandemi Covid-19”, ungkapnya.

Ada beberapa alasan kenapa Bulan Dana PMI yang biasanya dilakukan di Pendopo untuk Tahun 2022 ini dilaksanakan di Desa Gadingrejo. Pertama adalah untuk menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat, mendekatkan PMI dengan masyarakat. Tentunya harapan ke depan akan mengurangi apatisme masyarakat terhadap PMI. Untuk itu, diharapkan PMI untuk terus meningkatkan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk mampu menyajikan transparansi kepada masyarakat yang tentunya sesuai dengan motto PMI.

“Transparansi Menuju Akuntabilitas. Dengan kolaborasi dan sinergitas antara PMI dengan masyarakat ini akan menjadi menjadi magnet agar supaya masyarakat dapat mendukung serta berkontribusi maupun mau berkolaborasi secara riil terhadap kegiatan-kegiatan positif PMI,” imbuh Bupati Afif.

“Perlu saya sampaikan di sini bahwa kedatangan saya dengan Kapolres, Kajari, Kepala Imigrasi, Kepala Pengadilan Negeri, Camat dan Sekcam seluruh Kabupaten Wonosobo adalah dalam rangka memberikan support juga memberikan semangat kepada Pak Kades, Pemerintah Desa, dan masyarakat Gadingrejo untuk tidak pesimis dengan statusnya sebagai Desa Miskin Ekstrim. Harusnya dijadikan sebagai tantangan yang tentunya harus diselesaikan bersama,” lanjutnya.

Baca Juga :   Gerakan ASN Beli Cabai, Rober: Petani Sumringah

Tak cukup sampai di situ, Bupati Wonosobo ini juga mengatakan bahwa masalah yang ada di Desa Gadingrejo ini bukan hanya PR Pemerintah Desa Gadingrejo, tapi PR bersama baik Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten, bahkan PR bagi BUMN dan BUMD di Kabupaten Wonosobo untuk memaksimalkan CSR-nya dalam mengatasi masalah kemiskinan sekaligus rendahnya jamban sehat dan angka putus sekolah, bukan hanya untuk mengatasi stunting.

Harapannya, dengan sarana-prasarana jalan yang baik akan mendukung peningkatan perekonomian masyarakat, tentunya itu permulaan di mana penyelesaian masalah kemiskinan akan dilakukan secara menyeluruh dan secara integral, termasuk persoalan pendidikan.

Untuk itu, bupati memerintahkan kepada Camat Kepil untuk memastikan alumni SD di seluruh Kecamatan Kepil harus melanjutkan ke SLTP/pendidikan sederajat, termasuk anak yang sudah lulus SLTP/MTS untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA/MA. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah harus benar-benar memegang komitmen, meniru sistem Pencegahan dan Penanganan Covid-19 melalui tracking yang menurutnya sangat efektif mengatasi Covid-19 di Kabupaten Wonosobo.

“Terakhir, kepada PMI, saya menaruh harapan besar agar aksi riil kemanusiaannya dapat menyeluruh dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Maka, PMI harus meningkatkan keterjangkauan melalui pembentukan sukarelawan tiap desa, minimal ada 5 personil. Ini adalah salah satu bentuk motivasi kepada masyarakat sehingga ke depan akan terbangun budaya kepedulian dan kemanusaiaan dengan sendirinya. Ini adalah waktu yang sangat tepat bagi kita untuk bangkit dari Pandemi Covid-19, bukan hanya ekonomi, akan tetapi di semua lini”, pungkas Bupati Afif.

Koresponden : Hildan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here