Bupati Pemalang Ikuti Diskusi Virtual Bersama DPP PDI Perjuangan

0
179

Kabupaten Pemalang – Bupati Pemalang, Dr. H. Junaedi, S.H., M.M. bersama Wakil Bupati, Drs. H. Martono, MA, yang didampingi oleh ketua DPRD sekaligus sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang HM. Agus Sukoco, S.IP., Msi serta beberapa pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang mengikuti diskusi virtual.

Diskusi Virtual juga diikuti oleh Kepala Daerah yang berasal dari PDI Perjuangan se-Jawa Tengah serta DPP PDI Perjuangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang, Minggu (7/6/2020).

Diskusi dibuka oleh Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Internal, Utut Adianto. Diskusi virtual tersebut diikuti pula oleh Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu, Ir. Bambang Wuryanto, MBA serta Wakil Sekjen bidang Program Pemerintahan, Arif Wibowo. Diskusi virtual digelar dengan tujuan untuk menerima laporan dari masing-masing Kepala Daerah yang berasal dari PDI Perjuangan se-Jawa Tengah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang, Dr. H. Junaedi, S.H., M.M. dalam forum tersebut menyampaikan laporan perkembangan penanganan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pemalang. Junaedi mengatakan, bahwa dalam penanganan secara progresif melibatkan seluruh potensi yang ada. Adapun data yang dilaporkan sampai dengan saat ini adalah terdapat 2897 orang berstatus ODP, 145 orang berstatus PDP, 32 orang dinyatakan positif dengan rincian 25 dinyatakan sembuh, 6 orang dalam perawatan serta 1 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Terkait persiapan New Normal, gugus tugas sedang mempersiapkan adaptasi New Normal, dimana tanggal 4 Juni 2020 telah dideklarasikan Kampung Siaga Covid-19 di 222 Desa/Kelurahan se Kabupaten Pemalang. Deklarasi yang di maksud adalah bagaimana hal-hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan adaptasi dengan kehidupan baru. Dalam arti, kita akan melakukan kehidupan dengan pola hidup baru di masyarakat,” tutur Junaedi yang juga Bupati Pemalang.

Baca Juga :   Legislator PDI Perjuangan Sragen Gelar Tasyakuran HUT RI

Junaedi menambahkan, dalam hal refocusing anggaran di Kabupaten Pemalang, minimal 35% yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Terkait Jaring Pengaman Sosial dapat teratasi di Kabupaten Pemalang, bahwa bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 193.696 KK.

Adapun tambahan kuota bantuan Kemensos RI berupa BST sebanyak 20.830 KK, Bantuan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 52.893 KK, bantuan yang di ambil dari Refocusing Anggaran Kabupaten Pemalang sebanyak 49.661 KK, serta Dana Desa yang diperuntukan untuk BLT dana desa dapat mencakup 62.370 KK.

Sedangkan, stimulus UMKM dari refocusing dana dapat menangani pelaku UMKM sebanyak 2.637 KK. Dengan demikian, jumlah seluruh bantuan baik dari refocusing anggaran maupun Bantuan provinsi serta bantuan dari Pusat adalah 382.991 KK. Adapun jumlah KK yang ada di Kabupaten Pemalang sebanyak 454.382 KK sehingga sebanyak 72.293 KK yang tercatat dengan kategori Keluarga mampu.

“Refocusing di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah relatif baik yaitu dari yang terkecil 52 M, kemudian yang terbesar 354 M. Selanjutnya menyampaikan rincian anggaran yang sudah dipersiapkan pemerintah terkait penanganan Covid-19 serta Jaring Pengaman Sosial melalui Pembahasan di DPR,” tutup Utut Adianto, Wakil Sekjen Bidang Internal PDI Perjuangan.

Koresponden: Agus Siswanto