Angka Covid-19 Turun, Hendi Longgarkan PPKM dengan Pengawasan

0
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi

Kota Semarang – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang mulai mengalami hasil karena angka kasus Covid-19 di Kota Semarang saat ini mulai mengalami penurunan. Jika sebelumnya tercatat lebih dari 100 kasus setiap harinya, kini tren tersebut turun menjadi kurang lebih 86 kasus per harinya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat menggelar konferensi pers di Balaikota Semarang (7/2/2021). Pria yang akrab disapa Mas Hendi tersebut mengatakan, “Alhamdulillah hal ini cukup menggembirakan karena tingkat penambahan pasien Covid-19 di Kota Semarang saat ini berada di bawah angka 100,” ungkapnya.

“Pada tanggal 25 Januari kasus aktif diangka 786, saat ini tepatnya pada tanggal 7 Februari angka tersebut mengalami penurunan menjadi 665. Meskipun Kota Semarang menunjukkan tren positif, sedulur-sedulur semua tetap harus waspada, kurangi mobilitas dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tambah Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang itu.

Foto istimewa: peta sebaran covid-19 di Kota Semarang

Atas dasar penurunan angka Covid-19 tersebut, Hendi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Semarang sepakat untuk melakukan pelonggaran PKM dengan beberapa point yaitu warung, PKL, restoran serta tempat hiburan diijinkan buka sampai pukul 23.00 WIB. Selain itu Mall yang semula beroperasi sampai jam 8, kini diijinkan buka sampai pukul 21.00 WIB.

Selain itu, Hendi juga akan menormalkan 7 ruas jalan yang sebelumnya diberlakukan pengalihan serta kegiatan sosial budaya seperti seminar, diskusi dan pernikahan kembali diperbolehkan dengan pembatasan.

“Kegiatan-kegiatan seperti seminar dan pernikahan akan diperbolehkan dengan catatan maksimal dihadiri oleh 100 orang atau 50% dari kapasitas ruangan,” tegasnya.

Menutup konferensi pers tersebut Hendi menambahkan pengawasan akan tetap dijalankan di tingkat Kelurahan dengan melibatkan Lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk lebih menakan penyebaran virus.

Baca Juga :   Inovatif, Kunci Ketahanan Pangan Keluarga Saat Pandemi

Koresponden: Didik – Tika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here