Jumat, 29 November 2019 bertempat di Hotel Aston Convention Center, Kota Semarang. Bakti ( Badan Akuntabilitas Telekomunikasi dan Informasi ) bekerjasama dengan DPR RI mengadakan diskusi publik bertemakan “ Merawat dan Menjaga Kebhinnekaan Melalui Literasi Media Sosial “

Tampil sebagai narasumber pertama
Nonot Harsono selaku dewan pengawas Bakti menyampaikan bahwa Internet menjadi hal penting dalam membangun jaringan komunikasi di wilayah yang tidak komersial seperti misi Bakti dalam mengawal pelaksanaan program USO ( Universal Service Obligation ) yang bertujuan menghubungkan segala pihak dan potensi ke dunia digital baik skala nasional maupun internasional.

Selanjutnya Setiawan Hendra Kelana selaku Pemimpin Redaksi Suara Merdeka.Com, menambahkan bahwa peningkatan penggunaan internet khususnya sosial media di Indonesia harus dibarengi dengan pemahaman etika dalam bersosial media, agar para pengguna dapat menjadi bijak, arif dan cerdas dalam penggunaan sosial media, jangan karena ingin eksis dan viral lalu mengabaikan etika sosial yang justru menjadi bomerang bagi para pengguna itu sendiri.

Sebagai pamungkas Ir Bambang Wuryanto, MBA selaku Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI memberikan contoh bagaimana seekor katak akhirnya mati tanpa perlawanan karena perubahahan suhu secara inkremental, itu juga berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari jika tidak dapat merespon perubahan maka kita akan tertinggal dan “mati” karena perubahan tersebut.

Dalam Diskusi publik yang diikuti sekitar 195 pemuda-pemudi yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Tengah ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan dilingkungan terdekatnya, menghadapi era teknologi 4.0 bagaimana akhirnya para generasi muda bangsa Indonesia ini turut berkontribusi membangun Indonesia dari sektor Teknologi dan Digital Informasi.

  • Wisda Pridatoe –
Baca Juga :   Ridwan Cek Kondisi Pos Pantau Perbatasan Kab. Rembang