Puan Maharani: DPR Harus Awasi Penambahan Hutang

0
363

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Badan Anggaran dan Komisi XI mencermati penambahan hutang luar negeri akibat melebarnya defisit APBN 2019. Menurut Puan,  melebarnya defisit APBN diperlukan untuk menggerakan perekonomian , namun  harus tetap dalam batas aman. “Melebarnya defisit APBN karena pemerintah butuh tambahan ruang fiscal. Tapi konsekwensinya akan ada penambahan hutang luar negeri,” ujar Puan dalam catatan akhir tahunnya tentang kondisi ekonomi.

Pemerintah memperkirakan defisit APBN akan melebar pada kisaran 2,2% terhadap PDB hingga akhir 2019, atau naik dari target APBN 2019 yang ditetapkan sebesar 1,93%. Membesarnya defisit APBN 2019 terjadi karena pemerintah membutuhkan ruang fiscal yang cukup untuk menjaga pertumbuhan ekonomi ditengah melambatnya perekonomian dunia.

Pertumbuhan perekonomian global belakangan terus diprediksi  menurun hingga 3,0%, dibanding tahun-tahun sebelumnya dari kisaran 3,8%. Volume perdagangan global tahun ini diprediksi pertumbuhannya hanya 1,1%. Melemahnya pertumbuhan ekonomi global antara lain akibat  dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok

Dengan kondisi eksternal seperti itu, menurut Puan, pemerintah harus menggenjot konsumsi dalam negeri. “Pelebaran defisit perlu dilakukan karena pemerintah juga harus memberikan stimulus kepada masyarakat, terutama di daerah untuk bisa menjaga daya beli,” ungkap Puan

Ketua DPR RI Puan Maharani

Ketua DPR RI meminta Badan Anggaran dan Komisi XI  harus  segera merespon agar kebijakan itu tepat sasaran dengan cara segera melakukan pembahasan serius dengan pemerintah agar dapat mengantispasi dampak dari penurunan ekonomi global. “ pelebaran defisit APBN   memang diperlukan  untuk menggerakan  perekonomian, namun  harus diyakinkan bahwa   itu dalam  batas yang aman karena terkait penambahan utang luar negeri.  “

Baca Juga :   Konsolidasi Struktur Komunitas Juang Kedu Raya Satukan Gerak Langkah