
Kabupaten Temanggung – Anggota MPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jambu Kluthuk Resort bersama puluhan anak muda dari seluruh penjuru wilayah berjuluk ‘Kota Tembakau’.
Dalam kesempatan itu, Sofwan mengajak anak muda untuk meningkatkan kreativitas serta inovasi. Bukan tanpa sebab, saat ini perkembangan teknologi berjalan begitu cepat.
Di sisi lain, globalisasi mengharuskan anak muda juga harus memiliki daya saing yang mumpuni. “Maka harus berdaulat. Kompetensinya okey, kemudian bisa memaksimalkan peluang,” terang Sofwan, Sabtu pagi (14/03/2026).
Potensi besar komoditas tembakau di Kabupaten Temanggung yang mampu menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp. 1,5 Triliun per tahun harus mulai dilirik oleh anak muda.
Tantangannya, komoditas tembakau ini tidak terserap secara maksimal pada tahun 2025 dan 2026, lantaran pabrik besar mengurangi bahan baku akibat cukai rokok yang melambung naik.
Salah satu strategi konkret yang bisa dilakukan adalah memasarkan langsung komoditas tembakau tersebut. Di Temanggung terdapat produk tembakau ‘lembutan’ dan ‘srinthil’ yang saat ini mulai dilirik banyak kalangan.
Kenyataan di atas harus disikapi anak muda Temanggung dengan bijak. Kreativitas dan inovasi bisa dilakukan, misalnya dengan memasarkan melalui toko digital.
Selain gratis, pemasaran online ini juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga berpotensi mengembalikan kejayaan tembakau di Kabupaten Temanggung.
Selain tembakau, komoditas kopi Temanggung juga begitu terkenal, lantaran kualitas dan cita rasanya yang otentik.
Di wilayah Kecamatan Kandangan, Kecamatan Candiroto, dan Kecamatan Kaloran, setiap tahun ratusan ton kopi dipetik oleh petani untuk dijadikan produk bubuk untuk kemudian dijual ke pabrik besar.
Anak muda berpeluang memanfaatkan momentum tersebut. Sofwan mencontohkan misalnya dengan membuat produk kopi kemasan lokal yang bersertifikasi.
Apabila ter-manage dengan baik, ia yakin produk itu bisa menjangkau pasar internasional seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa peracik kopi dari Desa Gesing, Kecamatan Kandangan.
“Anak muda yang bijak melihat potensi daerahnya, yang kompeten, punya kreativitas dan inovasi, hasilnya adalah kedaulatan ekonomi,” tegasnya.
Tim Editor













