Ternak Magot Kader Komunitas Juang Kabupaten Magelang

4
Foto: Suasana Irfan Ketika Berada di Kandang Magot Ternakannya

Kabupaten Magelang – Guna menekan cost atau biaya pakan ternak ayam JoPer (Jowo Super) miliknya, Irfan berinisatif melakukan ternak magot. Irfan adalah kader komunitas juang Kabupaten Magelang yang merintis usaha Magot guna pakan unggas dan ikan.

Beralamat di Kebonrejo 1 RT 04/RW 01, Kebonrejo, Kec. Candimulyo, Kab. Magelang, KJ Irfan sudah  menekuni ternak ini selama 1 tahun. Magot sendiri merupakan larva dari lalat jenis BSF yang digunakan untuk pakan ternak seperti ayam, bebek, ikan, dan lainnya.

Magot digunakan sebagai pakan ternak yang cukup rekomen karena selain harganya yang murah, yakni sekitar Rp. 7.000 – 8.000/kg, Magot juga memiliki kandungan protein dan gizi yang cukup tinggi sehingga mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan sistem imunitas hewan ternak.

“Dalam prosesnya yang cukup sederhana, lalat ditetaskan hingga menjadi telur dalam waktu 3 sampai dengan 7 hari. Setelah itu menunggu pembesaran larva lalat hingga 20 hari, dan Magot siap untuk pakan. Untuk 1 kg Magot dewasa, saya biasa menyisihkan 2,5 ons untuk dijadikan indukan (Pupa) dan dalam waktu 1 bulan lalat akan kembali diternakan,” jelas KJ Irfan, Rabu (28/10/2020).

Magot yang diternak oleh KJ Irfan memiliki kualitas yang super, sehingga mendapati banyak permintaan dari pengusaha sekitar. Walaupun demikian, KJ Irfan masih menolak permintaan pasar yang cukup tinggi tersebut.

“Selama ini saya belum jual Magot yang saya ternak walaupun sudah banyak permintaan dari mereka yang menggeluti usaha ternak atau pembesaran lele di daerah sekitar saya, terutama di Kec. Candimulyo. Hal ini karena Magot yang saya ternak untuk kebutuhan pakan ternak JoPer ayam yang saya miliki,” tutup KJ Irfan.

Koresponden – Denisa

Baca Juga :   Wali Kota Pekalongan Tiadakan Festival Tradisi Lopis Raksasa

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here