Temanggung Bangkit Perhatikan Eksistensi Budaya Dan Kesenian

0
Foto: Langkah Strategis Gerakan Temanggung Bangkit Dalam Mempehatikan Kesenian Daerah

Kabupaten Temanggung – Dalam rangka membangkitkan kesenian daerah yang sempat vakum karena Pandemi Covid-19, Karang Taruna Garuda Muda dari Desa Pingit menyelenggarakan Parade Seni Rakyat. Giat yang terselenggara di lapangan Bumi Asri ini juga diorientasikan untuk memberikan ruang akomodasi terhadap kesenian daerah di Kabupaten Temanggung sehingga bisa mengekspresikan kreativitasnya kepada publik, Minggu (28/11/2021).

Uniknya, giat ini memiliki pola sinergitas dengan gerakan Temanggung Bangkit yang merupakan program inisiatif dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Temanggung. Dipaparkan oleh Ketua Karang Taruna Garuda Muda, Fajar Wisnu bahwasanya kerjasama konstruktif ini merupakan langkah untuk membumikan kembali nilai-nilai kebudayaan tradisional yang selaras dengan program Temanggung Bangkit.

Foto: Sofwan D Ardyanto dan Struktural DPC PDI Perjungan Temanggung Menyaksikan Penampilan Kesenian Daerah

“Temanggung Bangkit ini adalah gerakan yang mengangkat konsepsi Bung Karno, sosok Proklamator Bangsa Indonesia. Trisakti yang dicetuskan salah satunya adalah Berkepribadian dalam Berkebudayaan. Ini memiliki relevansi terhadap program Karang Taruna yang menginginkan kesenian tradisional dan budaya yang ada di masyarakat tetap terjaga serta lestari,” ungkapnya.

Parade Seni Rakyat ini tentu mendapatkan sambutan positif dari berbagai stakeholder. Hal tersebut terkonfigurasi dengan adanya puluhan kelompok kesenian yang turut memeriahkan kegiatan. Di sisi lain, antusiasme masyarakat dalam menyaksikan pagelaran seni tradisional juga sangat tinggi.

“Di tengah konstelasi kehidupan masyarakat yang tengah diinfiltrasi oleh westernisasi, Parade Seni Rakyat ini tentunya memiliki dampak positif yang luar biasa. Ini membuktikan bahwasanya masyarakat masih nguri-uri budaya adiluhung. Sebagai Warga Negara Indonesia, kita memiliki tanggung jawab ideologis guna melestarikan budaya bangsa, menjaga setiap kesenian yang ada. Kami juga mengapresiasi kepada para pengunjung yang telah hadir dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat,” papar Yunianto, Ketua DPRD Kabupaten Temanggung.

Baca Juga :   Pagelaran Wayang Golek, Ridwan: Nguri-uri Budaya Lokal
Foto: Penampilan Kesenian Daerah

Bagaimanapun juga, ruang akomodasi terhadap dunia seni memang sempat tersendat atas dasar regulasi yang mengatur larangan bagi masyarakat untuk berkerumun. Seiring dengan menurunnya status level PPKM di wilayah Kabupaten Temanggung, hal tersebut tentu harus dioptimalkan secara sistematis dan komprehensif sehingga dunia seni kembali menunjukkan eksistensinya sebagai bagian yang terpisahkan dalam rangka melestarikan budaya adiluhung Bangsa Indonesia.

“Kami bersyukur dan memberikan apresiasi karena Karang Taruna Garuda Muda telah melakukan terobosan di era new normal. Membangkitkan kembali semangat melestarikan budaya bangsa melalui penyelenggaraan Parade Seni Rakyat. Sebagai Warga Negara Indonesia, kita punya kewajiban melestarikan kebudayaan, karena hal tersebut merupakan akar dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur Wakil Ketua Bidang Rekrutmen dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Sofwan D Ardyanto yang hadir secara langsung untuk membuka acara.

Lebih lanjut, Parade Seni Rakyat ini tentu memiliki multiplier effect yang jauh lebih intensif dan menarik untuk dikaji. Dengan skema integratif berupa pendirian stand UMKM Lokal, giat ini dipastikan dapat menggeliatkan roda perekonomian. Bagaimanapun juga, produk UMKM Lokal pada realitanya memiliki kualitas yang kompetitif, akan tetapi jarang terekspose oleh publik. Untuk itu, pembukaan stand UMKM Lokal diharapkan dapat membawa dampak konstruktif dan produktif guna menstabilkan kondisi ekonomi yang sempat terguncang akibat Pandemi Covid-19.

Koresponden : Enggar – Zidan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here