Sri Ruwiyati: Bunda Milenial Harus Mampu Berkiprah Warnai Pengambilan Keputusan Politis

0

Kabupaten Banjarnegara – Hj. Sri Ruwiyati, S.E., M.M., selaku Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan, yang juga sebagai Komandante Bintang Tiga Dapil 10 melakukan sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Proses Pengambilan Keputusan. Sosialisasi dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jawa Tengah, Jumat (26/8/2022).

Sosialisasi yang dilaksanakan di aula sari rahayu 5 tersebut, dihadiri oleh Marno, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banjarnegara, yang juga sebagai narasumber, Melati Diyah Pamungkas, S.E., M.M., dari Dinas PPPA Jateng, Agustin Isnaeni dari Dinas PPPA Banjarnegara, serta anggota Komunitas Bunda Milenial Banjarnegara, Kamis (25/8/2022).

Hj. Sri Ruwiyati menyampaikan, kasus-kasus yang menimpa kaum perempuan di Indonesia masih cukup tinggi, baik terkait kasus hukum, maupun kasus di luar hukum yang banyak merugikan kaum perempuan. Maka, diperlukan keberanian dari kaum perempuan untuk menyampaikan pendapatnya di lembaga segala tingkatan tanpa harus malu-malu, sehingga masukan atau usulan dapat mempengaruhi terhadap keputusan atau kebijakan di lembaga-lembaga tersebut.

Sosialisasi dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jawa Tengah.

“Saya meminta kepada kaum perempuan untuk bersikap aktif dalam menanggapi isu-isu strategis untuk ikutserta dalam pembangunan bangsa, khususnya yang bersentuhan dengan masalah nasib kaum perempuan. Apalagi ibu-ibu yang tergabung dalam wadah Bunda Milenial yang notabene terdiri wanita-wanita tangguh alias mandiri. Harus bisa mewarnai, harus bisa berkiprah. Mulailah dari sekarang,” tuturnya.

Pihaknya menambahkan, undang-undangnya jelas, bagaimana Pemerintah memberikan ruang dan perlindungan terhadap kaum. Hal ini harus dimanfaatkan.

Sementara itu, Melati Diyah Pamungkas, S.E., M.M., mewakili Kepala Dinas Sosial PPA Provinsi Jateng menjelaskan, perempuan harus andil dalam proses pengambilan keputusan dengan harapan program atau produk politik tersebut ada keberpihakan kepada kaum perempuan.

Agustin Isnaeni dari Dinsos PPA Kab. Banjarnegara menuturkan, masukan dari kaum perempuan ini sangat penting, karena yang mengerti kepentingan perempuan dan anak adalah kaum perempuan.

Sementara itu, Marno, selaku narasumber dalam kegiatan ini meminta wanita yang aktif di organisasi hendaknya, mampu manfaatkan kesempatan menyampaikan pendapatnya di tingkat Musrenbang, sehingga produk politik dapat berpihak kepada kaum ibu atau perempuan.

“Langkah yang paling sederhana adalah dimulai dari tingkat desa. Saat ada Musrenbangdes, kaum perempuan harus tampil menyampaikan rumusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika ini bisa dilakukan, maka akan berpengaruh besar kepada keputusan desa dan seterusnya berjenjang dilakukan hingga tingkat kabupaten,” jelasnya.

Sementara, Ketua Komunitas Bunda Milenial Banjarnegara, Ny. Bunda Maria mengungkapkan, pihaknya akan mendorong kaum ibu milenial untuk terus berkiprah, dengan ikut berpatisipasi membangun bangsa dan negara, khususnya memberdayakan kaum perempuan di Banjarnegara.

Koresponden : Chrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here