Perkuat Demokrasi, Ridwan Paparkan Partisipasi Politik

0
Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Ahmad Ridwan dalam Kegiatan Peningkatan Koordinasi dan Komunikasi Politik

Kabupaten Batang – Demokrasi merupakan nilai yang bersifat universal, yang mana rakyat memiliki kehendak yang diekspresikan secara bebas untuk menentukan sistem politik, sosial, ekonomi dan budaya. Dalam sederhananya, demokrasi digambarkan ‘pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat’.

Dalam dewasanya kini, dan seiring arus liberalisme dan individualisme, esensi dari demokrasi perlahan tergerus terlebih di tengah masa pandemi. Dalam rangka mereparasi demokrasi, Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Ahmad Ridwan dalam Kegiatan Peningkatan Koordinasi dan Komunikasi Politik yang digelar Kesbangpol Jawa Tengah memaparkan terkait penguatan demokrasi, Rabu (17/11/2021).

Foto: Berlangsunya Kegiatan Peningkatan Koordinasi dan Komunikasi Politik yang Digelar Kesbangpol Provinsi Jateng

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Batang, Rusmanto dan diikuti 50 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Batang.

Ridwan berbicara tentang partisipasi politik untuk kesejahteraan rakyat. Menurutnya, Indonesia dengan sistem Demokrasi Pancasila yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan layak dan sepenuhnya rakyat sejahtera.

Ia mencontohkan pada pemilihan umum (Pemilu) baik eksekutif atau legislatif. Di mana hakekat dari Pemilu tersebut sebagai sarana memilih pemimimpin yang lahir dari rahim rakyat. Dengan pemimpin tersebut, kesejahteraan akan hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Dalam sistem demokrasi, pemilihan umum legislatif dan eksekutif merupakan instrumen rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang terbaik bagi rakyat itu sendiri. Wakil rakyat mengejawantahkan keterwakilan dalam bentuk kerja politik, kerja politik adalah kerja bersama,, kerja kesejahteraan rakyat,” papar Ridwan.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap akan melahirkan gagasan strategis bagi pelaksanaan proses koordinasi dan komunikasi politik. “Koordinasi dan komunikasi politik tidak boleh hanya dijadikan alat merealisasikan kepentingan tertentu, namun harus membangun etika terutama terkait nilai-nilai demokrasi dan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya.

Baca Juga :   Sinergitas Banteng Semarang dan CRKS

Sementara H. Pujo Widiono dalam materinya menyampaikan terkait wawasan kebangsaan merupakan hal mendasar bagi bangsa Indonesia untuk mempersatukan Indonesia menjadi satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa dalam bingkai NKRI.

“Dalam memperkuat wawasan kebangsaan khususnya dikalangan anak muda adalah tugas kita bersama. Wawasan kebangsaan akan menjadi kunci kesamaan pandangan dan pemersatu tujuan generasi masa kini dan masa yang akan datang, dalam menghadapi tantangan bangsa Indonesia baik dari dalam, maupun dari luar negeri. Selain itu juga menjadi kunci penguatan Kebhinnekaan, toleransi, dan nasionalisme di tengah tantangan disrupsi dan globalisasi peradaban,” katanya..

Koresponden : Kaharudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here