Percepat Vaksinasi, Ngesti Kerja Sama dengan Perusahaan di Kabupaten Semarang

0
Foto: Bupati Semarang, Ngesti Nugraha tinjau salah satu sentra vaksinasi di Kab. Semarang

Kabupaten Semarang – Upaya percepatan vaksinasi di Kab. Semarang, Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Semarang melakukan tinjauan di PT. Ungaran Sari Garment (USG) bersama Satgas Covid-19, Kamis (08/07/2021).

Upaya percepatan vaksinasi di Kab. Semarang dilakukan melalui bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan, termasuk juga dukungan dari TNI dan Polri agar target tersebut bisa dicapai.

Foto: Bupati Semarang, Ngesti Nugraha tinjau salah satu sentra vaksinasi di Kab. Semarang

Saat ini vaksinasi baru mencapai 2.500 dosis per hari, diupayakan bisa mencapai 5.000 dosis per harinya. Upaya percepatan itu sempat mengalami kendala karena banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19.

Sehingga hal itu menjadi penghambat karena Pemkab Semarang kekurangan nakes untuk melayani vaksinasi. Saat ini Pemkab Semarang bekerja sama dengan kampus Universitas Ngudi Waluyo memperbantukan Mahasiswa Kesehatan di puskesmas dan rumah sakit.

“Perusahaan yang saat ini sudah melaksanakan vaksinasi di antaranya, PT. USG sebanyak 14.400 pekerja, PT. Sumber Bintang Rejeki sebanyak 3.900 pekerja, PT. Nissin Biskuit 1.900 pekerja, dan PT. Sadua Indo 3.090 pekerja. Selanjutnya PT. Poliplas 1.900 pekerja, PT. Laksana 900, serta Cimory dan PT. Glory sejumlah 1.300 pekerja,” ungkap Ngesti.

Foto: Bupati Semarang, Ngesti Nugraha tinjau salah satu sentra vaksinasi di Kab. Semarang

Menurut Ngesti, ada 41 perusahaan yang sudah mengajukan untuk mendapatkan vaksinasi pekerjanya. Total sekitar 90.000 pekerja yang akan mendapat vaksinasi. Pembiayaannya dari perusahaan tersebut mandiri, vaksinasi di perusahaan tersebut sudah berjalan sejak tanggal 4 Juli 2021 dan sudah melayani belasan ribu karyawan.

Terkait penerapan PPKM Darurat di perusahaan, Ngesti berpesan agar pihak manajemen perusahaan mematuhi prokes secara ketat. Utamanya adalah shift kerja harus diatur, jangan sampai terjadi kerumunan. Penerapan prokes juga harus ketat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :   DPC PDI Perjuangan Wonosobo Gelar Rakercabsus

Koresponden : Heru P

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here